Haduh, Anak-anak Jepang menjadi Urutan Pertama Pengakses Situs Pornografi

anak-anak laptop

(ilustrasi) Orang tua perlu berhati-hati dan mengawasi apabila anak-anak sudah mulai familiar dengan gadget

JAKARTA- Pornografi bagi anak-anak mengandung bahaya laten yang sangat besar. Selain merusak mentalnya, anak-anak yang terpapar pornografi dikhawatirkan akan mudah melakukan penyimpangan yang berujung pada kriminalitas seksual.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan keamanan Internet, Kaspersky, Jepang menempati urutan pertama sebagai negara dengan anak-anak paling sering mengakses situs-situs pornografi atau erotis.

Kaspersky mendasarkan surveinya tersebut dari notifikasi yang bersumber modul Parental Control Kaspersky Lab. Dari data tersebut diketahui bahwa Jepang menempati urutan pertama dengan anak-anak yang paling banyak mengakses situs merusak itu dengan persentase 74,9 persen.

Urutan kedua ditempati Prancis 68,9 persen, dan Meksiko dengan persentase 56,3 persen, demikian menurut Kaspersky Lab dalam siaran persnya, Rabu (11/6/2014).

Sementara itu, situs-situs dalam kategori sadistik, kekejaman dan kekerasan, paling sering dikunjungi anak-anak di Meksiko dengan prosentase 8,6 persen, disusul Amerika Serikat 7 persen, dan Eropa, terutama Inggris dan Spanyol dengan masing-masing 4,8 persen.

Berdasarkan statistik Parental Control, popularitas situs-situs dalam kategori ini relatif rendah dan jarang ditemukan dengan sengaja, kecuali memang atas kehendak pengaksesnya. Artinya situs seperti ini pasti dicari secara sengaja, papar Kaspersky.

Kaspersky juga mengingatkan, meskipun tingkat kunjungan ke situs semacam ini rendah namun hal ini merupakan sinyal bahaya yang harus diperhatikan para orangtua.

Berdasarkan statistik tersebut, situs-situs dalam kategori ‘narkotika’, sama seperti situs-situs dalam kategori ‘kekejaman dan kekerasan’ paling banyak dicari oleh anak-anak di Meksiko (1,8 persen), Amerika Serikat (1,4 persen), dan Inggris (0,9 persen).

Sementara situs-situs software ilegal, menurut Kaspersky, paling banyak dibuka di Tiongkok dan menempatkan negara itu jauh di atas negara lain dalam kategori software ilegal dengan 69,4 persen, sementara Spanyol yang berada di tempat kedua dengan persentase 24 persen dan Jepang 10,6 persen.

Situs-situs semacam ini memiliki bahaya yang lebih besar karena biasanya situs yang menawarkan software ilegal juga sekaligus menyebarkan malware.

Anna Larkina, Senior Web Content Analyst Kaspersky Lab, mengatakan,”Selain konten yang tidak pantas, Internet juga memiliki bahaya yang bisa merusak anak-anak seperti cyber-bullying atau cyber-trolling.”

“Para pelaku bisa menggunakan semua saluran interaksi online, termasuk jejaring sosial, forum, jendela percakapan (chat), dan pesan singkat (messenger), yang jika digunakan secara bersamaan bisa menimbulkan penderitaan mental yang sulit digambarkan kepada korbannya.”

“Idealnya, orangtua harus memperhatikan kegiatan anak-anak ketika mereka menggunakan Internet,” kata Larkina menegaskan.

Bagaimana dengan anak-anak di Indonesia? Apakah karena tingkat akses internet di Indonesia masih rendah sehingga persentasenya belum masuk dalam survei oleh Kaspersky tersebut? Ataukah negara Indonesia memang kurang familiar dengan software Parental Control semacam itu? (Antara)

Tags: