Halal Bukan Hanya Milik Islam, Benarkah?

halal

Jakarta – Halal itu bukan hanya bersih dari bahan yang mengandung unsur haram. Halal bukan hanya milik umat Islam, namun sesuatu produk yang baik konsumsi oleh semua umat beragama. Begitulah kata Ketua DPD RI, Irman Gusman. Berbicara tentang halal, masyarakat selalu berfikir tentang Islam. Namun, halal bukan hanya urusan agama saja, melainkan juga menyangkut aspek ekonomi dan aspek higienitas.

“Halal itu bukan hanya menyangkut konteks agama semata. Tapi, halal adalah bagaimana proses suatu barang itu sebelum dijual ke konsumen”, kata Irman.

Jadi, halal dalam pandangan Irman bukan hanya konteks agama. Namun, prosesnya bagaimana kondisi kelayakan barang sebelum diperjual belikan.

“Apakah pantas dijual atau tidak,” ujar Irman.

Lebi lanjut Irman berpendapat, dengan jumlah populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia sudah harusnya bisa menjadi pusat produk halal di dunia. Hal tersebut sudah seharusnya bagi negara untuk mengikuti kebutuhan hidup masyarakatnya.

“Caranya, kita perbaiki mulai dari yang kecil, seperti bagaimana proses memotong ayam yang benar”, Irman mencontohkan.

Dilansir dari viva.co.id, terkait produk halal ini Ketua Komite Syariah World Halal Food Council/ Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Ni’am Sholeh, Senin 29 Juni 2015 menjelaskan, bahwa produk yang dinamakan halal sudah pasti bahan baku atau materialnya bersih dari bahan yang dikatakan haram.

Begitu juga Asrorun mengatakan, halal bukan hanya urusan agama, tapi trend global, baik dari aspek ekonomi, maupun aspek higienitas. Lebih lanjut Asrorun menyebutkan, dalam al-quran, halal mencakup terminologi agama, higientitas dan kelayakan konsumsi dalam Thoyib.

“Di Indonesia sudah ada undang- undang yang mengatur mengenai produk halal, yaitu UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Hanya saja pengimplentasian undang- undang tersebut masih kurang”, ungkap Asrorun.

Tags:
author

Author: