Harga Cabai Merah Meroket, Petani Disini Tetap Enggan Tanam Cabai

cabai

Cirebon – Harga cabai merah terus meroket. Namun banyak petani cabai merah yang memutuskan untuk tidak menanamnya lanaran cepat membusuk hingga membuat mereka rugi.

Ketua Kelompok Tani Cabai Merah Sinar Jaya Desa/Kecamatan Greged, Hatta, menjelaskan jika naiknya harga cabai di pasaran memang suatu hal yang wajar. Penyebabnya, tanaman cabai milik petani saat ini membusuk akibat tingginya intensitas hujan.

“Sementara ini saya memutuskan untuk tidak tanam dulu,” ungkap Hatta seperti diwartakan republika.co.id.

Ia juga mengaku sudah melakukan dua kali tanam cabai merah tetapi selalu gagal hingga membuatnya merugi. Pertama, kegagalan terjadi saat masih persemaian akibat terlalu sering diguyur hujan.

“Waktu itu saya belum putus asa dan berusaha untuk tanam kembali,” ungkap Hatta.

Untuk kedua kalinya, pada November 2016 ia menanam cabai merah kembali agar dipanenya pada Januari 2017. Sayang, di pertengahan Desember 2016 batang tanaman cabainya membusuk sehingga tanaman tidak bisa tumbuh lagi. bunga-bunga cabai yang sudah mekar pun berguguran.

“Semuanya karena faktor cuaca,” lanjut Hatta.

Efek dari keengganan petani, antara lain tidak adanya cabai merah di Pasar Pagi Kota Cirebon (16/1). Seorang pedagang sayur itu, Inah, menjelaskan, biasa memperoleh pasokan cabai rawit merah dari Pasar Jagasatru Kota Cirebon. Akan tetapi, sekarang dia tidak bisa memperoleh pasokan cabai rawit merah dari pasar tersebut.

“Karena dari Jagasatrunya sudah kosong, di sini juga ikut kosong,” sebutnya.

Tags:
author

Author: