Harga Minyak Negara Peserta OPEC

oil

New York  – Menjelang pertemuan kartel pada 27 November mendatang, para pedagang terus mengamati komentar-komentar anggota OPEC. Sorotan utama terkait komentar perbedaan pendapat mencolok di kelompok 12 negara yang tergabung dalam OPEC tentang perlunya pemangkasan produksi.

Dimana hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya harga minyak yang bervariasi, kondisi ini tampaknya terjadi pada Selasa (Rabu pagi WIB). Dalam satu hari, OPEC memproduksi sekitar sepertiga dari minyak mentah global, saat ini memproduksi hampir 31 juta barel, atau sekitar satu juta barel lebih besar dari pagu resmi.

Menteri Perminyakan Kuwait Ali al-Omair berharap, bahwa harga (minyak) tidak akan mencapai tingkat di mana mereka membahayakan perekonomian nasional. Karena, bagi Kuwait pendapatan minyak memberikan kontribusi hingga 94 persen untuk pos pendapatan negara.

Kuwait merencanakan investasi lebih dari 40 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gasnya secara signifikan. Ditahun 2020 mendatang Kuwait berencana akan meningkatkan jumlah produksi minyak mentahnya dari seperempat atau 0,25 menjadi 4,0 juta barel per hari.

Omair mengatakan, OPEC akan membahas harga minyak dan mengambil keputusan tepat yang membantu kepentingan ekonomi para anggotanya di pertemuan kartel akhir bulan ini.

Berdasarkan laporan dari beberapa sumber mengungkapkan, bahwa kontrak berjangka minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember, naik 54 sen menjadi ditutup pada 77,94 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sedangkan untuk minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Desember, turun 67 sen menjadi menetap di 81,67 dolar AS per barel di perdagangan London. Penutupan terendah telah terjadi sejak pertengahan Oktober 2010. Sementara itu, volume perdagangan di New York tidak terlalu tinggi karena beberapa pedagang tidak hadir untuk liburan Hari Veteran.

Rate this article!
Tags:
author

Author: