Harga Minyak Turun, Pemerintah Arab Saudi pun Terpaksa Utang

minyak

Saudi~ Harga minyak dunia yang semakin rendah membuat Arab Saudi melakukan penarikan uang secara besar-besaran. Sebagaimana diketahui, perekonomian Arab Saudi sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia.

Seperti diwartakan CNN Money  (21/4), pendapatan minyak Arab Saudi anjlok 23 persen tahun lalu gara-gara harga minyak yang menurun. Adapun defisit anggarannya mencapai USD 98 miliar di tahun yang sama.

“Arab Saudi tengah mengalami masalah ekonomi utama dan tekanan keuangan usai minyak murah,” sebut CEO Gulf State Analytics Giorgio Cafiero.

Bahkan, untuk kali pertama dalam 25 tahun terakhir  Arab Saudi melakukan pinjaman luar negeri yang besar. Terkini, pemerintah bakal meminjam USD 10 miliar dari JPMorgan Chase (JPM) dan HSBC (HSBC). Arab Saudi juga ‘terpaksa’ menjual surat utangnya untuk mendapatkan pendanaan sebesar USD 4 miliar.

Selain itu, pemerintah setempat menjual saham perusahaan minyak raksasa, Saudi Aramco. Unit usaha yang menghasilkan 12 persen total minyak dunia ini bakal melakukan penjualan saham perdana atau IPO pada tahun depan.

Seperti diwartakan merdeka.com, Arab Saudi juga melakukan pemotongan anggaran besar-besaran. Pemotongan belanja negara sebesar 14 persen juga dilakukan tahun ini.

Tags:
author

Author: