Harga Rumah Melangit, ini Kata Ketua APERSI

rumah

Pewartaekbis~ Harga rumah kian meningkat membuat masyarakat masyarakat berpenghasilan rendah (MBRsemakin sulit untuk merealisasikan mimpinya, memiliki rumah pribadi yang layak. Seperti dikemukakan Ketua Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Permukiman Indonesia (APERSI), Eddy Gustafo, penghasilan masyarakat kecil tidak sebanding dengan naiknya harga rumah. Oleh karena itu, ia pemerintah perlu hadir untuk membantu.

 Eddy juga berpendapat jika subsidi-subsidi untuk pembangunan rumah rakyat tidak boleh dihentikan. Jika memungkinkan, anggarannyaharus diperbesar agar makin banyak masyarakat tidak mampu untuk bisa memiliki rumah.

“Saya berharap bisa lebih besar lagi bantuannya jadi jumlah masyarakat juga semakin banyak yang bisa beli rumah. Rencananya bantuan dan subsidi akan diberikan untuk mereka berpenghasilan maksimal Rp 4 juta,” ungkap Eddy seperti diwartakan Merdeka.

Saran lain yang diungkapkan Eddy, agar perizinan birokrasi dipermudah dan dibebaskan dari berbagai biaya untuk membantu pihak pengembang yang dieksekusi oleh swasta. Pasalnya, keuntungan yang didapat pengembang relatif kecil.

Ia juga mengeluhkan soal banyaknya mafia di BPN yang mempersulit dan membuat biaya sertifikat.

“Yang juga jadi kendala itu pemecahan sertifikasi di BPN. Di sana masih banyak mafia yang mempersulit dan membuat biaya sertifikat jadi lebih mahal. Bayangkan biaya yang harusnya cuma Rp 200 ribu itu bisa jadi 1 hingga 2 juta,” keluh Eddy.

Eddy juga menyayangkan minimnya sosialisasi terkait bantuan pemerintah untuk pembelian rumah bagi masyarakat kecil. Padahal, sebenarnya sudah banyak program pemerintah untuk  pembelian rumah untuk rakyat kecil.

Tags:
author

Author: