Hasil Rekapitulasi Suara KPU: Begini Isi Surat Terbuka Riri Riza pada Prabowo Subianto

riri riza kirim surat prabowo

Pewartaekbis — Pengumuman resmi rekapitulasi KPU mengenai hasil pemilu Presiden 9 Juli lalu sudah melalui rapat Pleno tanggal 22 Juli kemarin. Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenanganya dengan angka 53, 15%. Namun demikian, pasangan capres nomor 1, Prabowo-Hatta menyatakan belum menerima keputusan tersebut dan akan melakukan tindakan hukum serta politik terkait putusan KPU itu.

Sejumlah pihak mnenyayangkan sikap Prabowo Subianto yang menarik diri dari proses rekapitulasi akhir KPU tersebut danmenilai sikap Prabowo sebagai bentuk kurang Legowo terhadap kekalahan kubunya.

Ternyata, sejumlah artis atau public figure pernah menulis surat terbuka kepada Prabowo Subianto agar legowo mau mengakui keunggulan Jokowi, tentu saja sebuah surat terbuka melalui media sosial, bukan surat resmi tertulis.

Para artis itu membuat kumpulan surat terbuka itu yang diunggah di media sosial di Tumblr.com pada Ahad (13/7) silam.

Di antara beberapa nama yang menulis surat itu, antara lain Mira Lesmana, Happy Salma, Nina Tamam, dan Riri Riza. Inti dari surat itu adalah permintaan agar mantan Danjen Kopassus tersebut secara tulus laiknya seorang panglima mengakui kemenangan Jokowi.

Harapannya, sikap legowo dari Prabowo diharapkan dapat melepaskan ketegangan politik yang terjadi di dua kubu dan demi kenyamanan hidup berbangsa.

Berikut salah satu contoh surat yang ditulis produser Riri Riza.

Untuk Bapak Prabowo,

Saya belum pernah bicara dengan Bapak, mungkin karena itu bagi saya tidak terlalu mudah menulis surat ini. Karenanya saya ingin mulai dengan cerita saja: Saya sudah menyaksikan sendiri sebagian kecil keindahan Indonesia, dan bertemu dengan mereka yang adalah bagian penting darinya. Anak-anak Indonesia. Mereka berlarian di pesisir Aceh, berjalan pulang sekolah di kaki gunung di Flores, Bermain bola perbatasan Timor, berlarian di pinggiran kebun kelapa sawit di Lebak atau Jambi.

Mereka adalah orang-orang yang jarang terdengar, Mereka tidak datang dari keluarga terpandang atau kaya raya. Kebanyakan dari mereka orang biasa, orang sederhana.

Di tahun pemilihan presiden ini muncul dua calon yang harus diakui adalah putra terbaik yang lolos dalam sistem seleksi politik kita. Calon pertama adalah Pak Prabowo sendiri, anak ekonom terpandang, mantan petinggi militer, pengusaha, pendiri partai politik.

Calon kedua adalah contoh kebanyakan orang Indonesia yang banyak saya temui dalam perjalanan saya itu, Bapak Joko Widodo. Jokowi orang biasa, tidak terlalu punya citra umum pemimpin di Indonesia, ia kurus dan berpenampilan sederhana serta datang dari keluarga biasa di Solo. Namun, ia melesat sebagai pengusaha, wali kota dan gubernur untuk rakyatnya.

Pak Prabowo, walau saya adalah pendukung Jokowi, saya cukup tersentuh oleh sikap bapak dalam beberapa bagian debat capres di televisi nasional. Bapak menunjukkan sikap terbuka, hangat memeluk Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla, bahkan mengungkapkan akan bersedia menerima apapun hasil dari pemilihan presiden. Prabowo dan Jokowi adalah putra terbaik, wajar saja bersikap tetap saling hormat dalam sebuah kontes pimpinan nasional. Kita telah melewati masa kampanye dan pemilihan yang berjalan baik dan relatif damai.

Nah, pada pengumuman resmi 22 Juli 2014 nanti, hanya dua kemungkinan yang bisa terjadi bagi kedua calon: kalah atau menang. Tentu bapak menyadari ini saat memutuskan untuk maju sebagai calon presiden.

Saya tutup surat ini dengan mengirimkan kepada bapak sebuah lagu yang tentu Bapak kenal: Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Lagu yang mengingatkan keindahan Indonesia, yang akan lebih banyak Bapak nikmati sambil berbakti pada bangsa dengan berbagai kelebihan yang yang bapak miliki, jika rakyat ternyata memilih Bapak Joko Widodo sebagai presiden RI.

Demi masa depan, demi anak-anak Indonesia.

Demikian Pak Prabowo.

Salam,

Riri Riza

Tags:
author

Author: