Hati-Hati! Ada Info “Palsu” Rekrutmen PT KAI

kereta

Jakarta ~ PT Kereta Api Indonesia meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai orang yang mengatakan ada lowongan pekerjaan di PT Kereta Api Indonesia. Pasalnya, marak beredar informasi palsu yang mengatasnamakan perusahaan pelat merah ini.

Seperti diwartakan detik.com, di Lampung para penipu biasanya langsung secara face to face menyebarkan informasi. Sistemnya menyerupai sistem Multi Level Marketing atau MLM dengan metode saling mengajak.

Pelaku kemudian menjanjikan korbannya untuk diterima bekerja di PT KAI dengan gaji tertentu. Akan tetapi, mereka meminta untuk menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu, dengan nominal Rp30-80 juta. Jika berani membayar, korban kemudian dijanjikan untuk segera diterima bekerja di PT KAI dengan status awal sebagai PKM (Pekerja Kontrak Magang) selama tiga bulan hingga satu tahun.

PT KAI dengan tegas mennerangkan jika proses rekrutmen resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga proses pengiriman berkas, dilakukan melalui laman resmi rekrut.kereta-api.co.id. Selain itu, ada rekrutmen yang dilakukan melalui jobfair yang bekerja sama secara resmi dengan perguruan tinggi dengan tetap meminya pelamar mengumpulkan berkas di lokasi, input data calon peserta tetap dilakukan melalui website resmi.

Vice President Public Relations PT KAI, Agus Komarudin, juga menyatakan jika rekrutmen di PT KAI bersifat gratis alias tidak berbayar.

“PT KAI melaksanakan proses rekrutmen secara transparan melalui website resmi perusahaan maupun melalui jobfair yang bekerja sama dengan perguruan tinggi. Mulai dari pengumuman dibukanya rekrutmen, pendaftaran dan input berkas calon peserta seleksi, pengumuman hasil setiap tahapan seleksi, hingga pemanggilan calon pegawai yang dinyatakan lulus seluruh rangkaian rekrutmen pun dilakukan melalui website resmi. Jika masyarakat mendapat informasi rekrutmen atas nama PT KAI dan tertarik untuk bergabung, mohon dicek kembali kebenarannya di website resmi kami. Jika informasi tersebut tidak sesuai dengan yang dimuat di website resmi kami, maka informasi tersebut bukan berasal dari PT KAI. Masyarakat diharapkan teliti dan berhati-hati,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Tags:
author

Author: