Hati-Hati! BNN dan KPU Bersatu di Pilkada 2017

bnn

Jakarta – Mungkin belajar dari sejumlah kasus di mana pemimpin daerah terjerat kasus narkoba, akhirnya Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjalin kerja sama.

Menurut Ketua KPU Juri Ardiantoro, ada dua tujuan dari ekrja sama ini. Tujuan dimaksud antara lain untuk memastikan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan berkompetisi dalam Pilkada Serentak 2017 bebas narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba). Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuka mendorong kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih untuk berkomitmen melakukan pemberantasan narkotika di wilayahnya.

“Dalam rangka mencegah calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terindikasi atau terbukti pengguna narkoba untuk menjadi kepala daerah/wakil kepala daerah. Dan juga menitip pesan kepada mereka, kalau terpilih menjadi kepala daerah/wakil kepala daerah seyogyanya menjadi pihak yang paling serius untuk memberantas narkoba di daerah masing-masing,” terang Juri seperti dikutip dari JPNN.

Ditambahkan Juri, BNN dalam pelaksanaan Pilkada 2017 memiliki peran yang cukup vital. Sebagaimana tertera dalam UU 10/2016 tentang Pilkada, bakal pasangan calon (bapaslon) harus menyertakan dokumen bebas penyalahgunaan narkotika dari BNN.

“Ada dua pengaturan dalam undang-undang Pilkada yang sangat penting, dan pengaturan itu ada peran yang sangat penting dari BNN terkait dengan upaya pemberantasan narkoba dalam pengaturan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Bahwa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah itu harus bebas narkoba, dan itu harus diperiksa oleh BNN,” imbuhnya.

Tags:
author

Author: