Hati-hati Duduk Terlalu Lama Bisa Mengakibatkan Kanker

ddk
Jerman- Wanita yang menghabiskan terlalu banyak duduk memiliki risiko terkena kanker endometrial 32 % lebih tinggi. Bahkan 66 % lebih tinggi jika menghabiskan banyak waktu sambil menonton televisi. Pada tiap dua jam duduk lebih banyak, akan meningkatkan risiko kanker usus besar hingga 8% dan 10% risiko kanker endometrial.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil penelitian para ahli yang menyatakan, bahwa kebiasaan duduk terlalu lama ternyata dapat  memicu penyakit kanker usus besar dan kanker endometrial (lapisan rahim). Dari hasil penelitian tersebut menyatakan, orang yang menghabiskan waktunya sepanjang hari dengan duduk memiliki risiko 24 persen lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar dibandingkan dengan orang yang hanya duduk selama beberapa jam sehari.

Memang, bukan rahasia lagi kebiasaan duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Sebab, duduk terlalu lama dapat mengurangi aktivitas tubuh. Kurangnya aktivitas tubuh bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mulai dari obesitas, penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah, gula darah tinggi, dan bahkan kematian dini.

Hal yang mengejutkan dari hasil penelitian tersebut adalah saat para peneliti mengamati efek menonton televisi dengan risiko kanker. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menghabiskan banyak waktunya duduk di depan televisi dengan menonton televisi memiliki risiko terkena kanker usus besar 54 % lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang menonton televisi.

Penelitian yang dilakukan oleh Daniela Schmid dari University of Regensburg di Jerman tersebut mengungkapkan, bahwa kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat saat menonton televisi. Bahkan akan menjadi risiko lebih bagi penderita kanker endometrial (lapisan rahim).

Oleh karena itu, bagi anda yang memiliki kebiasaan menghabiskan waktu dengan duduk lama sambil menonton telivisi sebaiknya segera kurangi waktu duduk dengan lebih banyak lakukan olahraga dan meningkatkan aktivitas dengan menghindari gaya hidup pasif.

Tags:
author

Author: