Hati-hati, Tidur Dengan Lampu Menyala Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Pada Wanita

jaln

Pewartaekbis- Tidur merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang. Dengan tidur, banyak sekali manfaat yang diperoleh, khususnya tidur di waktu malam hari. Beberapa manfaat tidur malam yaitu mengistirahatkan fisik dan pikiran stelah beraktifitas seharian. Sebagian dari kit ada yang terbiasa tidur dengan lampu menyala dan ada yang mematikan atau meredupkan lampu.

Tidur di malam hari dengan lampu menyala ternyata memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Beberapa penelitian mengatakan, bahwa tidur malam dengan kondisi lampu menyala akan meningkatkan beberapa resiko penyakit yang berbahaya, sebab:

Menghambat Produksi Melatonin. Tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melantonin terhenti.Hormon melatonin berperan dalam mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker pada tubuh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mematikan lampu saat tidur malam agar hormon melatonin dapat berproduksi lebih maksimal saat anda tertidur pulas.

Meningkatkan risiko peyakit kanker pada wanita. Karena, paparan cahaya lampu dimalam hari dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker payudara dan kanker usus besar bagi kaum wanita.

Selain itu, berbagai efek buruk juga beresiko mengancam kesehatan tubuh anda. Hal ini dikarenakan, kebiasaan tidur malam dengan lampu meyala akan berakibat pada berbagai gangguan tidur, penyakit kardiovaskular, gangguan pada sistem metabolisme tubuh serta kemungkinan besar terkena penyakit diabetes yang bisa mengancam jiwa anda.

Biolog Joan Roberts telah menemukan rahasia tersebut setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan diberi cahaya buatan pada malam hari, melantoninnya menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah. Dan ternyata, cahaya Lampu seperti juga TV menyebabkan hormon menjadi sangat lelah. Oleh Karena itu, selain menghemat energi, dengan mematikan lampu ketika tidur merupakan cara alami untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Tags:
author

Author: