Hebat! Alumni ITB Ada yang Jadi Engineer F1

f1

Pewartaekbis~ Formula 1 atau F1 merupakan salah satu olahraga paling populer di dunia. Selain karena kecepatan mobil yang fantastis, pacuan mobil F1 merupakan ladang uang yang konon tak pernah kering. Oleh sebab itu, banyak orang yang bermimpi untuk bisa menjadi bagian dari balapan yang satu ini. Namun, tak banyak yang berhasil mewujudkannya karena memang seleksi untuk masuk di dalamnya teramat ketat.

Stephanus Widjanarko merupakan salah satu putra terbaik Indonesia yang berhasil menjadi bagian dari tim engineer Scuderia Toro Rosso. Tugasnya di tim tersebut cukup berat, yakni membuat desain Computational Fluid Dynamics (CFD) aerodinamis di bagian external aero development. Dengan kata lain,  rancangan sayap depan, hidung, forward barge board, tata letak suspensi dan pelindung ban mobil F1 Scuderia Toro Rosso adalah bagian dari kerja keras alumni ITB yang satu ini.

“Saya bertugas untuk merancang bagian depan berdasarkan sisi aerodinamisnya. Secara detail ada pada bagian sayap depan, hidung, forward barge board, tata letak suspensi dan pelindung ban,” ungkap Stephanus Widjanarko seperti diwartakan laman resmi ITB.

Markas Scuderia Toro Rosso terdapat di Faenza, Italia.  Pada balapan F1 musim ini Toro Rosso memiliki dua pebalap. Pembalap dimaksud yaitu Daniil Kvyat asal Rusia danJean-Éric Vergne asal Perancis. Keduanya  menggunakan mobil Toro Rosso STR9 bermesin  Renault Energy F1-2014 1,6 liter, V6 plus turbo. Sayang, Scuderia Toro Rosso tidak terlalu sukses di F1 musim ini. Tim yang berada di bawah Renault ini ada di posisi tujuh klasemen konstruktor dengan mengoleksi 29 poin saja.

Berdasarkan informasi yang ditampilkan website resmi ITB hari ini (28/10), keterlibatan Stephanus Widjanarko dalam balapan F1 dimulai tahun 2004.

“Tahun 2004 saya diajak Ayah nonton F1 langsung di Sepang, Malaysia. Kemudian saya berfikir sepertinya seru kalau kerja di F1 setelah lulus nanti,” papar Stephanus Widjanarko.

Stephanus Widjanarko merupakan alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah diwisuda dari ITB, lulusan terbaik ITB angkatan 2004 ini mendapat kesempatan untuk bersekolah secara gratis di program masgister bidang Engineering Fluid Dynamics/ Sustainable Energy Technology di Universitas Twente, Belanda.

Sebelum bergabung dengan tim enginer Scuderia Toro Rosso, Stephanus Widjanarko magang di Vestas Wind System A/S di Denmark. Posisinya saat magang adalah bagian Aerodynamics Development Engineer.

Tags:
author

Author: