Hindari Radikalisme, Buku Pelajaran di Bogor ‘Harus’ Diperiksa

siswa

Bogor~ Ogah kecolongan, Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jawa Barat, menginstruksikan seluruh guru memeriksa tuntas setiap buku pelajaran. Dengan demikian,  buku sudah aman dari radikalisme saat diterima murid.

“Kami sudah menginstruksi kepada seluruh guru untuk wajib memeriksa atau membaca tuntas buku yang akan dibagikan kepada murid,” sebut Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahmi (24/1).

Menurut Fahmi, instruksi tersebut sudah dijalankan jauh sebelum merebaknya isu buku pelajaran mengandung unsur radikalisme.

“Berkaca pada pengalaman sebelumnya ketika buku pelajaran SD mengandung unsur SARA dan berbau pelecehan seksual, atau kekerasan. Sejak itu sosialisasi ini terus dilakukan,” jelasnya.

Dengan demikian, peredaran buku pelajaran mengandung unsur negatif seperti yang beredar di Depok dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Kalau guru sudah melakukan pemeriksaan dan pengecekan terlebih dahulu, maka peredaran buku mengandung unsur radikalisme, SARA, kekerasan atau pelecehan seksual dapat kita eliminir dari awal,” lanjutnya.

Dinas Pendidikan Kota Bogor juga disebutnya sudah menginstruksi guru-guru dan kepala sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA untuk menggunakan buku-buku pelajaran yang telah direkomendasi oleh Kementerian Pendidikan. Beredarnya buku ajaran yang mengandung unsur radikalisme, SARA dan pelecehan seksual menurutnya dimungkin karena ada sekolah yang tidak menggunakan buku sesuai rekomendasi tersebut.

Tags:
author

Author: