Holding Company 100 % Milik Negara

rini

Jakarta – Sektor pertambangan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum); minyak dan gas bumi (migas) oleh PT Pertamina; pangan oleh Perum Bulog; jasa keuangan oleh PT Danareksa; jalan tol oleh Hutama Karya; dan perumahan oleh Perum Perumnas telah ditunjuk sebagai pembentuk induk usaha (holding company).

Dilansir dari detik.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pembentukan 6 induk usaha (holding company) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari berbagai sektor.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, alasan utama ditunjukknya keenam BUMN sebagai induk dari holding company adalah kepemilikan negara pada BUMN tersebut harus mencapai 100%.

Usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/8/2016) rini menjelaskan, kepemilikan holding company yang dimaksud adalah ekuitas BUMN, yang artinya saham yang tercatat pada neraca kekayaan negara.

Menurut Rini, hal ini perlu ditekankan agar tidak ada kesalahpahaman. Sementara untuk anak perusahaan, pemerintah juga akan mewajibkan kepemilikan negara harus menjadi mayoritas. Dengan tujuan agar pemerintah masih memiliki kendali penuh terhadap BUMN.

“Ditekankan pula bahwa perusahaan yang menjadi anak dari holding company ini kepemilikannya tidak boleh kurang dari 51% sehingga kontrol negara tetap terjadi. Selain 51% dan juga tetap ada saham seri A sehingga kontrol negara tetap terjadi,” kata Rini.

Rate this article!
Tags:
author

Author: