Humas Polri: Situs yang Diblokir Kemkominfo Mengandung Provokasi

polri

Pewartaekbis~ Dunia maya masih dihebohkan dengan ‘pemblokiran’ 22 website yang ditengarai sarat akan ajaran radikalisme oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Beragam tanggapan dilontarkan nitizen, baik yang pro maupun yang kontra dengan tindakan BNPT dan Kemkominfo.

Menanggapi tindakan Kemkominfo tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Charliyan menyatakan jika pemblokiran situs yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika tak dilakukan kementerian tersebut secara asal-asalan.

“Situs yang diblokir mengandung provokasi, ajakan berbuat radikal, mengafirkan orang. Sudah jelas,” papar Brigjen Anton seperti diwartakan Kompas.

Brigjen Anton juga mengakui jika Polri memang telah menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk meminta Kemenkominfo memblokir sejumlah situs dengan konten paham radikal. Instruksi tersebut menurut Anton juga dikeluarkan bukan spontan.

“Sebelum diminta ditutup, kan, kami diskusikan dahulu pasti. Nah, BNPT dan Kemenkominfo yang punya bukti-buktinya,” lanjut Anton.

Meski demikian, Brigjen Anton tetap mempersilakan pengelola situs untuk mengajukan berkeberatan atas pemblokiran. BNPT dan Kemenkominfo disebutkan Anton telah memiliki alasan kuta melakukan tindakan yang sekilas mirip pemberedelan pers tersebut.

Brigjen Anton juga menyatakan jika tak ada media yang boleh menyebarkan provokasi, meskipun media tersebut merupakan situs resmi.

“Ada yang protes karena situs itu resmi, jadi kenapa diblokir? Lah, memang kalau resmi boleh provokasi? Enggak, kan,” terang Anton.

Tags:
author

Author: