ICW: Cost politik yang tinggi itulah yang kemudian harus diganti

uang

Jakarta~ Ada catatan menarik dalam diskusi Madrasah Anti Korupsi ‘Mahar Politik dan Deparpolisasi’ yang diadakan salah satu ormas Islam kemarin (31/3). Dalam diskusi tersebut, dibeberkan fakta bahwa biaya dalam penyelenggaraan Pemilu di Indonesia sangat tinggi karena adanya praktik suap di berbagai tahapan proses.

“Bayangkan suap di berbagai level itu sendiri. Bagaimana biaya politik itu tidak tinggi. Sehingga jangan aneh, bila ada kepala daerah yang terpilih kemudian melakukan korupsi,” kata Aktivis dari Indonesia Coruption Watch (ICW), Donald Fariz.

Ia juga menyebutkan jika harga tersebut harus diganti suatu saat nanti.

“Cost politik yang tinggi itulah yang kemudian harus diganti,” imbuhnya di Gedung PP Muhammadiyah.

Ia mencontoh dalam proses prapencalonan, publik telah mengenal adanya istilah mahar politik.

“Dalam prapencalonan paling sering itu mahar politik. Berapa sih sebenarnya? Angkanya susah dipastikan karena ini transaksi gelap sehingga jarang dibuka,” papar Donald Fariz.

Selain itu, ada tim sukses yang juga butuh biaya ekstra.

“Biaya tinggi itu ada biaya operasional, kemudian untuk biaya tim sukses, ini besar. Lalu juga kalau kita pecah, ada atribut kampanye, alat peraga kampanye, itu kan operasional,” pungkasnya seperti diwartakan detik.com

Tags:
author

Author: