Ikatan Ahli Ekonomi Islam Dukung Penggunaan Dana Haji untuk Bangun Infrastruktur

haji

Jakarta – Penggunaan dana Haji untuk pembangunan infrastruktur mendapat dukungan dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI). IAEI menyatakan jika pembangunan infrastruktur masih perlu terus didorong. Keduanya juga memandang jika ecara syariah bisa memanfaatkan dana masyarakat yang terkumpul dalam bentuk dana haji dan wakaf.

“Jika untuk kemaslahatan umat, seperti yang selama ini dilakukan lewat Sukuk, dana wakaf atau dana haji bisa digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur, lebih baik menghasilkan dari pada tak produktif,” sebut Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Agustianto, di Jakarta (12/1).

Secara tegas, Agustianto mengemukakan jika pihaknya memuji terobosan yang dilakukan pemerintahan Jokowi melalui Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam hal ini. Terlebih dana akan digunakan untuk mendukung berkembangnya ekonomi syariah.

“Sayangnya banyak pihak yang memanfaatkan isu ini, dianggapnya Presiden Jokowi memanfaatkan dana umat Islam. Padahal dana dana seperti zakat, wakaf dan dana haji juga bisa buat kemaslahatan negara. Kalau dipermasalahkan itu orang-orang berarti sangka, tak lihat sisi positifnya,” katanya kemudian.

Wakaf berbentuk uang atau dana haji yang cukup besar setiap tahun menurutnya bisa menggunakan skema wakaf sementara atau wakaf berbatas waktu.

“Untuk wakaf uang atau dana haji, bisa digunakan dengan sistem wakaf berbatas waktu, misalnya dua atau lima tahun. Jadi untuk calon haji pun bisa dapat dua pahala, yakni pahala haji dan pahala wakaf,” lanjutnya seperti diwartakan merdeka.com.

Sebelumnya, beberapa lembaga menandatangani nota kesepahaman dalam pendayagunaan harta wakaf, zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya untuk infrastruktur. Lembaga dimaksud ialah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menandatangani nota kesepahaman dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Proyek infrastruktur yang akan menggunakan dana keagamaan ini ialah penyediaan layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin.

Tags:
author

Author: