IKM Logam Boyolali Tembus Pasar Ekspor

ikm

Jakarta –  Produk kerajinan dan kuningan dari sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah selain dijual ke pasar lokal seperti ke Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Semarang juga telah mampu menembus pasar ekspor.

Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, kerajinan logam sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah telah mampu menembus pasar ekspor yakni ke Perancis, Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Sabtu (21/1/2017) mengungkapkan, hal ini meruapakan sesuatu yang luar biasa, yang akan terus kami kembangkan, agar kualitas dan desain produknya makin berdaya saing di tingkat global.

“Produk-produk yang dihasilkan antara lain lampu hias, hiasan dinding, kaligrafi, meja, kubah, wastafel, bathtub, dan patung. Nilai investasi dari sentra IKM logam Tumang mencapai Rp 5,4 miliar pada tahun 2015. Adapun jumlah IKM di lokasi tersebut saat ini sebanyak 640 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.344 orang. Dan setiap IKM rata-rata memperkerjakan empat sampai 10 orang, namun ada juga yang mempekerjakan hingga 40 orang”, papar Gati.

Gati menambahkan, pihaknua a akan terus menumbuhkan wirausaha baru di sini melalui fasilitasi pemberian bantuan peralatan dan pelatihan.

Upaya pengembangan IKM dalam negeri yang dilakukan Kemenperin ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang menargetkan penciptaan sebanyak 20.000 wirausaha.

Tags:
author

Author: