Infak Dikategorikan Pungli, Ini Penjelasan Irjen Kemenag M Jassin

kemenag

Jakarta ~ Beberapa waktu terakhir ramai dibincangkan soal infak yang dikategorikan sebagai pungli. Menurut Irjen Kemenag M. Jasin, infak tidak masuk dalam katagori pungli karena merupakan merupakan anjuran agama.

Menurutnya, sebuah pemberian termasuk pungli atau tidak bisa diukur menggunakan Pasal 12B UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam pasal tersebut, setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

“Jadi kalau infak (dinilai) masuk katagori pungli, saya kira tidak. Dilihat dulu dari konteks pemberian itu, dari siapa dan untuk siapa, berkaitan dengan jabatannya dan bertentangan dengan kewajiban dan tugasnya atau tidak. Itu saja ukurannya,” tegasnya di Jakarta (29/11).

Nah, lain lagi jika infak hanya dijadikan sebagai kedok belaka.

“Kalau infak hanya dipakai sebagai kedok padahal suap, itu tidak boleh. Tapi kalau itu infak murni, ya infak itu kan dianjurkan dalam agama,” imbuhnya.

Sebagaimana diwartakan laman resmi Kemenag, penyataan M. Jasin ini terkait informasi mengenai adanya 58 item pungli di Sukabumi, termasuk infak di sekolah. Tidak hanya infak, uang pendaftaran masuk, uang OSIS, dan uang SPP/komite juga dikategorikan sebagai pungli.

Tags:
author

Author: