Inflasi Tinggi Membayangi IHSG Pasca Lebaran

inflasi pasca lebaran

Pewartaekbis — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan terus dibayangi angka inflasi tinggi pasca libur Lebaran. Hal itu berdasarkan angka inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS)

Periset Senior dari HD Capital, Yuganur Wijanarko, menadaskan bahwa seteleh kemenangan Jokowi dan libur Lebaran, pelaku pasar akan mengahadapi masalah inflasi Juli 2014 yang tinggi.

“Musim belanja saat Ramadan dan Lebaran  mendorong kenaikan sejumlah kebutuhan bahan pokok.” kata dia dalam risetnya.

Di samping itu pasar juga dibayangi defisit negara perdagangan dan impor BBM, sehingga menurutnya Trade deficit masih akan berlangsung, setidaknya hingga 3 bulan ke depan.

Sebelumnya, pada Jumat (25/7/14), IHSG ditutup melemah 9,84 poin atau 0,19% ke level 5.088,8.

Sepanjang hari Jumat, mengutip Bisnis Daily indeks bergerak pada kisaran 5.059,99 hingga 5.110,17. Dari 502 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 126 saham menguat, 140 saham melemah, dan 236 saham stagnan.

Dari 9 sektor yang ada, tiga di antaranya menguat, sedangkan sisanya melemah. Sektor industri dasar dan bahan kimia melemah paling tajam, yakni 0,8%. Sementara itu, sektor pertambangan yang melonjak 1,61% mencatat kenaikan tertinggi.

Pada saat yang sama indeks Bisnis 27 juga terkoreksi 0,37% atau 1,67 poin ke level 446,41. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi 0,08% ke level Rp11.578/US$.

Saham-saham penekan indeks:

BMRI  -1,91%
BBRI  -1,54%
UNVR  -1,28%
PGAS  -1,67%

Saham-saham pendorong indeks:

ASII  +0,65%
GGRM  +1,98%
BBNI  +2%
PTBA  +4,72%

Sumber: Bloomberg, 2014

Tags: