Ini Alasan Harga Beras Bulog Lebih Mahal

bulog

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menerangkan jika ternyata harga beras yang dijual Perum Bulog lebih mahal jika dibandingkan yang dijual pedagang di pasar Pasar Induk Beras Cipinang, di Jakarta Timur. Hal itu dikemukakannya saat sidak di Pasar Cipinang.

“Bulog itu pemain besar punya uang besar, punya gudang besar, masa dia jual berasnya 7.800/kg. Coba bandingkan kepada pedagang ini modalnya cuma Rp 20 juta, nggak punya gudang, nggak punya modal besar, bisa jual Rp 7.000/kg,” sebut Amran saat itu.

Seperti diwartakan detik, harga beras Bulog di pasar tersebut yang dijual pedagang PIBC sebesar Rp 7.800/kg,. Adapun beras yang dijual pedagang daerah ke pasar tersebut seharga Rp 7.000-7.300/kg.

Saat dikonfirmasi, Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, menyatakan jika harga tersebut regulasi yang dibuat pemerintah melalui Surat Menteri Perdagangan Nomor 667/M-DAG/SD/5/2016.

“Dalam surat tersebut, harga per kg di gudang Bulog Rp 7.300 dan di eceran atau konsumen Rp 7.900,” sebut Wahyu(31/8/2016).

Penetapan harga lewat HPPyang berlaku untuk Bulog tersebut, kata Wahyu,   juga dilakukan untuk menjaga harga beras di tingkat petani.

“Penetapan harga tersebut sesuai dengan penetapan HPP seperti pada Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015. Sehingga kalau diberlakukan lebih rendah dari Rp 7.300/kg akan menekan harga di tingkat petani,” imbuhnya.

Tags:
author

Author: