Ini Alasan Jokowi Naikkan BBM Rp 3000 Per-Liter

Antrian kendaraan di salah satu SPBU Batam

Jakarta -Presiden terpilih Joko Widodo atau yang dikenal dengan panggilan Jokowi dianggap menerapkan kebijakan yang ridak populis. Pasalnya pada November 2014 mendatang, Jokowi berencana menetapkan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Rp 3.000 per liter.

Penasehat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi ini dilakukan sebagai upaya  untuk menekan angka defisit pada neraca keuangan Indonesia.

Luhut mengatakan, rencana kenaikan ini telah dibahas oleh tim transisi sejak tiga bulan yang lalu, dan saat ini sudah diputuskan oleh Jokowi. Terkait sejumlah aspek yang nantinya terkena dampak akibat keputusan ini juga telah dibahas sebelumnya. Dengan adanya kenaikan harga BBM, Luhut menyebutkan, negara bisa menghemat anggaran ratusan triliun.

Kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter yang akan diberlakukan pada November 2014 mendatang, akan dapat menghemat  sekitar US$ 13-14 miliar atau bisa lebih dari Rp 150 triliun. Jika ini konsisten dilakukan, maka penghematannya akan terus bertambah. Untuk hasil dari kenaikan harga subsidi tersebut nantinya akan dialihkan untuk anggaran yang lebih penting seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu, Askolani mengatakan, lantaran akan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini, pemerintah akan menyalurkan dana kompensasi atau dana Bantuan Langsung Sementara (BLSM).

Sebagaimana tercantum dalam APBN-P 2014, saat ini pemerintah menyiapkan dana BLSM sekira Rp5 trilun, dan dalam APBN 2015 juga disediakan Rp5 triliun. Sehingga total dana BLSM sekira Rp10 triliun. Menurut Askolani, jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang bakal menerima dana BLSM, akan dibahas lebih lanjut.

Tags:
author

Author: