Ini Cerita Mendaratnya Robot Philae di Komet Churyumov-Gerasimenko

abraham

Jakarta – Robot Philae yang dikirim dengan pesawat antariksa Rosetta, milik misi Badan Antariksa Eropa (ESA), berhasil mendarat mulus di permukaan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, pada 12 November 2014, pukul 23.05 WIB. Ini merupakan pertama kalinya manusia berhasil menempatkan wahana di permukaan komet yang meluncur dengan kecepatan tinggi.

Komet Churyumov-Gerasimenko mengorbit matahari dengan kecepatan mencapai 135 ribu kilometer per jam. Mereka harus menyesuaikan gerakan wahana dengan komet. Selain harus menstabilkan gerakan wahana, gravitasi merupakan masalah besar yang dihadapi para operator untuk mendaratkan Philae.

Komet tersebut memiliki gravitasi yang sangat rendah. Philae berisiko terpelanting kembali ke ruang angkasa jika gagal mendarat. Kondisi dan kekuatan material permukaan Komet Churyumov-Gerasimenko pun belum diketahui jelas, namun Philae didesain bisa mendarat di permukaan yang sekeras batu hingga yang lembut seperti tepung.

Untuk mendaratkan Philae di atas Churyumov-Gerasimenko butuh waktu tujuh jam. Informasi yang diterima Pusat Kendali dari Philae menyebutkan kaki-kaki robot itu melesak sekitar 4 sentimeter saat mendarat. Hal itu menandakan permukaan komet cukup lunak. Philae dilengkapi dengan harpun kembar untuk menambatkan wahana. Sorak sorai terjadi di ruang kontrol di Darmstadt, Jerman, setelah pendaratan terkonfirmasi.

Misi Rosetta sendiri sudah dirancang sejak 25 tahun yang lalu. Sementara komet 67P/Churyumov-Gerasimenko pertama kali dikenali pada 1969 oleh astronom Uni Soviet Klim Churyumov dan Svetlana Gerasimenko.

Pada 2004, Rosetta meluncur dari Bumi dan memulai misinya memburu Churyumov-Gerasimenko. Misi yang dirancang oleh Badan Antariksa Eropa yang ini bekerja sama dengan Badan Antariksa Amerika Serikat. Sejak peluncuran itu, Rosetta dan Philae menempuh jarak lebih dari enam miliar kilometer memburu Churyumov-Gerasimenko. Pendaratan Philae adalah tonggak baru dalam sejarah riset antariksa.

Direktur Jenderal European Space Agency (ESA), Jean Jacques Dordain mengatakan, pendaratan di komet ini dilakukan untuk mengungkap misteri pembentukan bumi dan tata surya.

“Ini adalah langkah besar bagi peradaban manusia”, ujarnya.

Keberhasilan Philae mendarat di komet adalah hadiah terbesar bagi para ilmuwan di Pusat Kendali Darmstadt, Jerman. Para ilmuwan akan menggunakan robot kecil berbobot 100 kilogram untuk mengambil gambar dari lanskap komet dan menganalisis komposisi kimianya. Mereka berharap material permukaan Komet Churyumov-Gerasimenko akan menambah wawasan mengenai asal usul tata surya dalam komet berusia 4,5 miliar tahun yang tersusun dari debu dan es.

Tags:
author

Author: