Ini Data Kerusakan Sementara Akibat Gempa di Halmahera

seismograf

Pewartaekbis~ Kemarin pagi (15/11) gempa berskala 7,3 skala richter menghebohkan warga masyarakat di Halmahera dan sekitarnya. Gempa tersebut terjadi pada pukul 09.31 WIB, dengan pusat gempa berada pada kedalaman 48 km utara Laut Maluku dan 158 km timur laut Bitung atau 160 km barat laut Ternate.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban dalam musibah tersebut. Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga belum merilis jumlah korban. Hal itu karena BNPB Sulawesi Utara masih melakukan pendataan terkait jumlah korban akibat gempa berkekuatan 7,3 SR.

Informasi dari instansi resmi baru terkait dengan kerusakan beberapa hotel, seperti yang disampaikan oleh Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho tentang kerusakan di Hotel Lion Kota Manado.

“BPBD Sulawesi Utara telah melaporkan bahwa ada kerusakan sebagian dinding pada lantai 7 Hotel Lion di Kota Manado rusak ringan. ” ucap Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu, berdasarkan BPBD Sulawesi Utara, di Kabupaten Talaud, Sangihe, Minahasa Utara, Bitung, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, dan Minahasa Utara tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan. Sementara itu, terdapat 4 rumah rusak di Kelurahan Bahoy, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Adapun BPBD Kota Ternate, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Kepulauan Sula, dan Halmahera Barat menyatakan tidak ada korban jiwa,  serta kerusakan rumah dan  bangunan pemerintahan akibat gempa bumi dan tsunami minor yang terjadi kemarin.

Sehubungan dengan kondisi gempa, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan jika adabeberapa  gempa susulan tetapi kekuatannya tak terlalu besar. Meski demikian, wara masyarakat tetap diimbau untuk waspada demi keamanan bersama. Pasalnya, gempa belum dapat diprediksi dengan keakuratan 100%.

“Iptek saat ini belum mampu memprediksi gempa secara pasti. Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa kita ketahui tanda-tandanya. Gempa dan tsunami adalah keniscayaan di Indonesia,” imbuh Sutopo Purwo Nugroho.

Tags:
author

Author: