Ini Jawaban Menteri Susi, Saat Diminta Pulang Ke Kampung Halamannya

susi

Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diminta kembali kekampung halamannya oleh sebagian besara nelayan Pangandaran. Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengiyakan permintaan nelayan tersebut tapi dengan satu syarat.

“Dogol (alat tangkap) harus dibersihkan, akhir Februari hilang ya. Bagan akhir Februari harus hilang ya. Ibu akan datang,” kata Susi yang disambut tepuk tangan ratusan nelayan di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Menteri Susi mengatakan, kalau belum dibersihkan dan diganti dengan alat tangkap ramah lingkungan, ia mengancam akan mencabut bantuan pemerintah berupa 8 kapal inkomina 30 GT dari nelayan Pangandaran. Dalam kesempatan itu Susi juga mengungkapkan alat tangkap lain seperti purse seine (pukat cincin) dan mata jaring masih boleh digunakan. Dengan catatan, penggunaan purse seine di bawah 450 meter dan jaring dengan lebar 2 inci masih diperbolehkan.

Kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan ini dikenal sangat tegas. Salah satu kebijakan barunnay terkait aturan moratorium (penghentian izin) sementara untuk kapal tangkap ikan eks asing. Berikut larangan transhipment atau bongkar muat ikan di tengah laut yang efektif mencegah pencurian ikan. Dampak dari kebijakan tegas Menteri KKP ini, empat negara seperti Tiongkok, Vietnam, Thailand, bahkan di AS (Amerika Serikat) kekurangan pasokan ikan.

Melihat kondisi ini Menteri Susi menegaskan, ini berarti pasar ikan laut dunia sangat bergantung pada Indonesia. Bahkan Filipina juga ikut terkena dampaknya karena kota-kota pemasok ikan di Filipina juga tersendat pasokannya. Efek lebih lanjut dari kondisi ini, pelaku usaha perikanan internasional berniat berinvestasi di Indonesia.

“Berarti policy (kebijakan) kita sudah benar,” kata Menter Susi.

Tags:
author

Author: