Ini Kata Cendikiawan Muslim Tentang Pelecehan Akun Anti-Islam

ai

JAKARTA — Banyaknya komunitas yang tersebar dan mengatasnamakan anti-Islam saat ini tidak hanya hadir dalam kehidupan nyata, bahkan saat ini juga sudah meluas di jejaring sosial.

Salah satunya keberadaan laman berbau SARA yang menamakan akunya dengan Komunitas Anti Islam di Facebook. Saat ini isi laman tersebut menuai kecaman keras dari masyarakat Muslim Indonesia.

Menanggapi hal itu, cendikiawan Muslim Indonesia, Didin Hafidhuddin menghimbau, agar umat islam melawan dengan cara yang indah.

Didin mengatakan, bukan hal aneh dan mengejutkan jika banyak orang yang membenci Islam dan syariah. Karena, hal tersebut sudah terjadi sejak dulu.

Menurut Didin, tersebarnya kelompok yang membenci Islam karena ingin memecah umat Islam. Didin menegaskan, umat Islam lebih baik mengabaikan hal tersebut, karena ada hal utama yang harus dilakukan oleh umat Islam saat ini. Yaitu, terus memperkuat iman dan Islam. Selain itu, umat Islam pun harus memperkuat media Islam dengan menunjukkan keindahan dan kasih sayang umat Islam.

Didin juga berharap, agar umat islam tidak tersulut emosinya. Bahkan, didin menyarankan agar kita (umat islam) lebih baik untuk terus mengamalkan kebaikan. Umat Islam harus menunjukan bahwa Islam bukanlah ancaman, tetapi agama yang penuh kasih sayang dan penuh keindahan.

Untuk menghilangkan komunitas atau kelompok yang membenci Islam atau agama lain di media sosial ini sangat sulit, jika mengharapkan tindak lanjut dari pemerintah. Hal ini dikarenakan Indonesia termasuk negara yang bebas dan konsumen teknologi terbesar.

Meskipun hal tersebut bertentangan dengan undang-undang, untuk mencegah hal ini semakin berkembang dan mengancam kualitas generasi muda Indonesia, dibutuhkan adanya kebijakan pemerintah yang tegas.

Mengenai hal tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, pemerintah berhak turut campur dan melakukan penutupan terhadap akun tersebut. Sebagaimana amanat undang-undang segala bentuk praktik penistaan agama tidak diperbolehkan.

Lukman mengatakan, untuk mencegah praktik penistaan agama di dunia maya, pemerintah juga sudah seharusnya melakukan pengawasan dini.

Tags:
author

Author: