Ini Kata Gubernur BI, Indonesia Harus Tetap Waspada Terhadap Kondisi Perekonomian Dunia

bi

JAKARTA – Kondisi perekonomian mulai goyah sejak terjadinya penurunan harga minyak dari 116 dollar AS menjadi 40 dollar AS per barel dalam enam bulan. Disusul dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat di tengah krisis yang terjadi di Eropa. Perbaikan ekonomi di Amerika Serikat ini mempengaruhi nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Disamping itu, anjloknya harga minyak dunia ini membuat sejumlah negara pengekspor minyak akan mengalami kesulitan. Sementara negara pengimpor minyak seperti Indonesia bisa menuai manfaat dari anjloknya harga minyak dunia tersebut.

Meskipun demikian, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia tetap harus waspada terkait perkembangansituasi perekonomian dunia saat ini. Menurutnya, kondisi perekonomian dunia belakangan ini belum aman karena mengalami beberapa kali guncangan.

Agus mengatakan, Indonesia setidaknya turut merasakan dampaknya dalam sektor pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan keuangan. Sebab, situasi penurunan harga minyak dunia secara langsung mempengaruhi harga komoditas dalam pasar internasional. Dan diperkirakan, harga akan terus menurun sepanjang tahun 2015 ini.

Agus mengingatkan, meskipun Ia mengakui neraca perdagangan Indonesia sudah mulai bergerak ke arah surplus, namun lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia ini juga harus diwaspadai Indonesia. Belum lagi transaksi berjalan Indonesia yang defisit selama tiga tahun. Yang disebabkan impor lebih banyak daripada ekspor.

“Jadi kita di Indonesia harus waspada, lihat kondisi dunia yang berkembang,” kata Agus dalam Economy and Market Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Tags:
author

Author: