Ini Kata Pakar, Tentang Penendalian Rokok di Indonesia

rok

JAKARTA —  Tingginya jumlah korban mengakibatkan konsumsi rokok sudah masuk kondisi darurat nasional. Hal ini dikarenakan, jumlah konsumsi rokok di Indonesia terus meningkat disetiap tahunnya. Kebiasaan menghisap rokok ini telah merenggut sekitar 200 ribu jiwa tiap tahunnya. Dan korban paling besar akibat rokok ini berasal dari generasi muda.

Ekonom senior Emil Salim mengatakan, Kebiasaan merokok akan mengurangi produktivitas, menimbulkan ketergantungan, serta menambah beban kesehatan negara.

Emil mengungkapkan, sebenarnya Indonesia memiliki peluang mencapai kemajuan di tahun 2020 dengan adanya bonus demografi berupa jumlah generasi muda yang banyak. Dimana banyaknya generasi muda ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Setiap bangsa diyakini hanya sekali mengalaminya. Namun sayangnya, kesempatan itu dirusak oleh kebiasaan merokok generasi muda

Rob Moodie, profesor kesehatan masyarakat di Melbourne School of Population Health, Australia, mengatakan, kondisi pengendalian tembakau di Indonesia sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan. Moodie mengatakan peningkatan prevalensi jumlah perokok anak di Indonesia dari meningkat 37,3% disbanding prevalansi tahun 2001 yaitu 24,2%.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengungkapkan, sebagian kementerian dan lembaga swadaya masyarakat menyatakan, proses ratifikasi akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Di antaranya, menurunkan pendapatan cukai, meningkatkan pengangguran terutama pekerja industri rokok, merugikan petani tembakau dan cengkeh, serta sejumlah dampak lainnya.

Diantara beberapa surat keberatan dari kementerian itu berasal dari Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Adapun surat keberatan dari organisasi antara lain dari Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia, Forum Komunikasi Pekerja/Buruh Rokok Tembakau Indonesia, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, dan Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia.

Dalam argumen yang disampaikan di dalam surat keberatan tersebut, Nafisah menilai alasanya tidak masuk akal dan tidak berdasar pada data yang valid.

Tags:
author

Author: