Ini Kata Pakar, Terkait Peraturan BPJS Kesehatan No. 4 2014

bpj

Jakarta – BPJS Kesehatan dipandang mempersulit pelayanan kesehatan masyarakat dengan diterbitkannya peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 Tahun 2014. Dalam aturan tersebut, BPJS Kesehatan mensyaratkan bagi peserta yang baru mendaftar harus memiliki rekening Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Kemudian, layanan kesehatan baru bisa digunakan warga setelah tujuh hari terdaftar secara resmi sebagai peserta BPJS kesehatan. Parahnya lagi, pendaftar harus mendaftarkan seluruh anggota keluarga secara sekaligus sesuai dengan Kartu Keluarga (KK), serta harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar menghimbau, agar peraturan tersebut segera dicabut. Karena menurutnya peraturan tersebut sudah menghalangi hak konstitusional warga negara. Ia juga menambahkan, tidak semua masyarakat mampu membayar iuran untuk satu keluarga sekaligus sesuai yang ada di Kartu Keluarga (KK). Ditambah lagi, waktu tunggu selama tujuh hari untuk dapat menggunakan kartu juga bertentangan dengan janji mantan Presiden SBY dan pemerintahan Jokowi-JK.

Ketua Yayasan Pemberdayaan Kesehatan Konsumen Indonesia (YPKKI), Marius Widjajarta mengatakan, keberadaan BPJS Kesehatan memang untuk memastikan masyarakat Indonesia yang sakit menjadi sehat. Ia memandang hal tersebut termasuk arogansi BPJS Kesehatan, dan sangat bertentangan dengan niat awal dibentuknya UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Mengomentari hal ini, Peneliti Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Prof Hasbullah Thabrany mengatakan, peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 Tahun 2014 bukan bersifat jaminan sosial, tapi lebih mirip dengan peraturan kepesertaan asuransi komersial. Konsep dasar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), adalah pemenuhan hak rakyat, bukan penjualan asuransi kepada rakyat. Peraturan ini juga melanggar hak konstitusional warga mengingat dalam hukum asuransi komersial, jaminan segera berlaku setelah seseorang membayar iuran.

Tags:
author

Author: