Ini Komentar Jokowi Soal Pemilihan Ketua MPR

jkw

Pewartaekbis~ Sidang paripurna pemilihan orang nomor satu di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berjalan ricuh. Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat terlihat masih sangat berseberangan. Melihat fenomena tersebut, presiden tepilih Joko Widodo pun menyatakan pendapatnya kepada wartawan.

Menurut Joko Widodo, pemilihan pemimpin MPR sebaiknya menggunakan forum musyawarah dan mufakat. Ia tidak setuju apabila pemilihan tersebut menggunakan jalur voting.

“Kita akan dorong untuk mufakat, nggak usah voting-voting,” ungkap soso yang akrab dipanggil Jokowi.

Joko Widodo ‬sangat menyayangkan jika ‘tragedi’ saat pemilihan pimpinan DPR yang hujan interupsi juga terjadi pada saat pemilihan MPR. Oleh karena itu, ia memandang musyawarah mufakat sebagai cara yang efektif untuk mengamankan proses pemilihan tersebut. Bahkan, Joko Widodo menyatakan jika sidang tersebut diperhatikan masyarakat luas.

“Nggak usah berantem, dilihatin rakyat nggak baik karena namanya juga Majelis Permusyawaratan Rakyat, kita akan mendorong ke sana,” kata Jokowi.

‪Namun, Joko Widodo juga mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena dirinya sudah menyampaikan hal itu kepada para elite politik untuk mewujudkan musyawarah mufakat dalam pemilihan ketua MPR.

Sebagai informasi, kericuhan sidang penentuan pimpinan MPR bermula saat Koalisi Indonesia Hebat meminta sidang dilanjutkan dengan musyawarah mufakat. Namun, Koalisi Merah Putih meminta disekors karena merasa masih perlu melakukan lobi terkait calon pimpinan MPR dari unsure DPD. Adu argument antarkoalisi ini pun berbuah ricuh.

Ketika Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaedi Mahesa diminta bicara oleh ketua sidang, ia menyatakan jika calon pimpinan dari unsur DPD mencerminkan ketidakkompakan karena DPD hanya mengajukan calon prioritas, yaitu Oesman Sapta.

Kekacauan rapat paripurna memuncak ketika Desmond menyatakan jika paripurna merupakan forum tertinggi dalam menyampaikan sesuatu. Tak hanya itu, Desmond dengan lantang meminta PDIP untuk bisa memegang apa yang telah dibicarakannya.

“Sesuai dengan apa yang dikemukakan forum paripurna ini yang tertinggi mudah-mudahan PDIP bisa dipegang mulutnya,” ungkap Desmond.

Ungkapan Desmond tersebut membuat beberapa anggota fraksi PDIP naik pitam. Beberapa di antaranya menunjuk-nunjuk Ketua DPD Partai Gerindra itu sambil memintanya untuk menarik ucapannya yang dinilai menghina PDIP. Ogah ribut, Puan Maharani berusaha menenangkan anggota partainya yang kian ricuh.

Tags:
author

Author: