Ini Langkah Pemerintah Kanada dan Indonesia untuk Mencegah Virus Ebola

ebola

Pewartaekbsi~ Virus ebola terus menjadi perbincangan serius di berbagai negara. Pekan kemarin, badan kesehatan dunia WHO menyatakan ada 13.567 kasus ebola yang dilaporkan di lembaganya. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 4.591 penderita ebola yang meninggal dunia.

Menyikapi kenyataan ini, beragam tindakan dilakukan oleh negara- negara di berbagai penjuru dunia untuk mengamankan negaranya dari wabah serupa. Di Kanada, pemerintah setempat telah menutup permintaan visa dari penduduk dan pemegang paspor negara-negara yang telah teridentivikasi wabah virus ebola, khususnya  negara- negara di Afrika Barat.

Namun, larangan tersebut masih bisa untuk diabaikan untuk kasus- kasus tertentu. Misalnya tenaga kesehatan yang baru pulang dari negara yang terjangkit Ebola. Selama tenaga medis tersebut memiliki kesehatan yang tak dipersoalkan, mereka tetap boleh pulang ke Kanda kapan pun.

Sebelumnya, Asustralia memberlakukan aturan yang sama dengan Kanada. Namun, aturan di Australia lebih tak mengenak kompromi sehingga sempat diprotes WHO.

Bagaimana di Indonesia? Kementerian Kesehatan rupanya telah menyiapkan lima strategi untuk mencegah virus Ebola masuk ke tanah air. Hal itu dikemukakan oleh Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.

Strategi pertama, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan terhadap setiap warga negara Indonesia atau warga negara asing yang bertolak dari negara Afrika Barat dan tiba di bandar udara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Langkah kedua, pengawasan kesehatan selama 21 hari akan diberlakukan terhadap warga negara Indonesia atau warga negara asing yang bertolak dari negara Afrika Barat.

Langkah ketiga, menyiapkan sejumlah rumah sakit untuk penanganan kasus ebola.

Langkah keempat, Kemenkes telah menyiapkan laboratorium khusus yang memenuhi standar Bio Safety Cabinet level 3. Laboratorium tersebut akan digunakan untuk memastikan seorang positif atau negatif mengidap Ebola.

Langkah kelima, mensosialisasikan virus Ebola, gejala, dan risikonya kepada masyarakat.

Tags:
author

Author: