Ini Penyebab, Pasokan Beras Di Pasar Induk Cipinang Terus Berkurang

beras

Jakarta – Pasokan beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur kembali berkurang. Pengurangan pasokan kali ini cukup signifikan hingga mencapai 50% dari pasokan biasanya.  Dengan adanya kondisi pengurangan pasokan ini, menyebabkan harga beras melonjak naik 26%-30% dari harga sebelumnya. Turunya pasokan beras ini diperkirakan karena ada masalah produksi beras dan belum meratanya produksi padi di beberapa sentra padi.

Berdasarkan informasi, 60% kebutuhan beras DKI Jakarta berasal dari Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) 20%, Jawa Timur (Jatim 3%), sisanya sebesar 17% berasal dari daerah antar pulau seperti dari Lampung dan sebagian kecil dari Sulawesi.

Kepala Bagian Pengembangan PT Food Station Tjipinang Jaya Heri Muchtarsid memperkirakan dari informasi yang masuk panen baru terjadi di Maret 2015. Dengan demikian, stok dan harga beras kembali akan normal pada Maret 2015.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan di Januari 2015 rata-rata pemasukan beras ke Pasar Induk Cipinang sebesar 3.000 ton/hari. Sentar pada Februari ini, pasokan beras yang masuk ke pasar yang jadi barometer harga beras di Jakarta ini berkurang signifikan hanya 1.500 ton/hari atau turun 50%.

sementara itu, para pedagang berharap Bulog segera mengintervensi harga beras di Pasar Cipinang. Saat ini, harga seluruh jenis beras di DKI Jakarta merngkak naik khususnya di Pasar Induk Cipinang. Harga beras jenis IR 4 yang paling murah dijual Rp 10.000/kg, padahal normalnya Rp 8.500/kg. Kemudian disusul IR 3 dengan kualitas medium dari Rp 9.000/kg menjadi Rp 10.600/kg. Sedangkan harga beras jenis IR 2 naik dari Rp 9.500/kg menjadi Rp 11.000/kg, dan beras jenis IR I naik dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 12.000/kg.

Tags:
author

Author: