Ini Penyebab Tingginya Harga Bawang Menurut Mentan Amran

bawang
Trenggalek – Sejak tahun lalu Indonesia mampu meningkatkan ekspor komoditas ini sebesar 100%. Hal ini membuktikan ketersediaan bawang merah di dalam negeri sudah lebih dari cukup.

Meski demikian, akhir-akhir ini harga bawang merah kembali melambung tinggi. Padahal harga bawang merah di tingkat petani hanya Rp 18 ribu/kg. Sementara harga di tingkat pedagang di kota besar bisa mencapai Rp 30 ribu/kg.

Dilansir dari Inilah.com, Menteri Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui, harga bawang merah di tingkat pengecer saat ini sudah terlalu mahal.
Oleh karena itu, Mentan Amran berpesan kepada pedagang dan pengepul bawang merah untuk menurunkan harga.

Amran bilang, Kementan mengamati bahwa kenaikan ditingkat pedagang ini naik 100 persen sendiri.

“Harga bawang merah yang tinggi di level pedagang ini disebabkan karena rantai pasok yang terlalu panjang. Oleh sebab itu, kami akan terus berupaya agar rantai pasok komoditas pertanian dari tingkat petani sampai ke pedagang bisa dipangkas”, papar Amran di Trenggalaek (Jumat, 13 Mei 2016).

Amran juga mengatakan, pengendalian harga pangan juga tak kalah pentingnya. Jadi, harga pangan harus lebih ditingkatkan, agar fluktuasi harga bisa lebih dikendalikan.

Pengendalian harga pangan ini tidak hanya berlaku pada produk holtikultura saja, tapi juga pada semua produk pertanian.

“Kita kendalikan, kalau kita tidak kendalikan petani tidak bisa terbantu, karena petani sebetulnya tidak hanya membutuhkan APBN, tapi juga butuh harga yang wajar agar mereka untung dan mereka menanam kembali,” kata Amran.

Tags:
author

Author: