Ini Pesan Presiden Jokowi Untuk Para Penerima Kartu Sakti

joko

MALANG — Sebanyak 1.131 orang, di Wana Wisata Coban Talun, Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu menerima kartu sakti. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 704 warga menerima kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara itu, di Pondok Pesantren Maghfiroh Malang, sebanyak 5.046 pelajar menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 5.082 Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedangakan masyarakat sekitar ang menerima KIP sebanyak 1.295, dengan penerima KIS sebanyak 1.735. Sementara penerima kartu Keluarga Sejahtera (KKS) 382 keluarga, dan 23 Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada penyandang disabilitas.

Untuk KKS, yang akan diberikan tiga bulan sekali, dengan nominal sebesar Rp 200 ribu per bulan. Dan KIP bagi siswa SD sebesar Rp 450 ribu per tahun, SMP Rp 750 ribu, dan SMA/SMK Rp 1 juta. Sedangkan untuk penyandang cacat sebesar Rp 1,2 juta tiap tahunnya.

Dilansir dari Republika.co.id, secara simbolis kartu sakti tersebut diserahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meskidemikian, Presiden Jokowi menyarankan agar masyarakat pemegang KIS sebaiknya berobat terlebih dahulu ke Puskesmas, sebelum berobat ke rumah sakit.

“Untuk KIS digunakan sebaik mungkin, kalau sakit sedang, sebaiknya periksa ke Puskesmas terlebih dulu,” kata Jokowi, Kamis (21/5).
Sementara terkait dana KIP Presiden Jokowi berpesan agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan. Ia berharap anggaran yang diberikan pemerintah pada masyarakat, baik anak-anak melalui KIP, lalu KIS untuk masyarakat dan anak-anak, dan KKS ini dimanfaatkan dengan baik.

Jokowi menngungkapkan, bahwa anggaran untuk kartu-kartu tersebut didapatkan dari pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Oleh karena itu, masyarakat yang telah mendapatkan kartu diharapkan mempergunakan dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Jangan samai KIS dicairkan duitnya untuk beli pulsa, nanti akan saya cabut. Tolong gunakan dengan benar, seperti untuk beli seragam dan buku sekolah,” kata Jokowi.

Tags:
author

Author: