Ini Profil Menteri Agama Republik Indonesia yang Baru

menteri agama RI

Menteri Agama RI yang baru saja dilantik, Lukman Hakim Saifuddin bersalaman dengan mantan menteri Agama Surya Dharma Ali

Pewartaekbis.com, Jakarta — Setelah beberapa waktu posisi Menteri Agama RI dipegang oleh Mensesneg Agung Laksono, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (9/6/2014) pagi melantik Lukman Hakim Saifuddin menjadi Menteri Agama Republk Indonesia.

Pergantian menteri agama di pengujung masa jabatan SBY adalah dampak dari penetapan Suryadharma Ali sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi dana haji.

Prosesi pelantikan Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama dilaksanakan di Istana Negara dan disaksikan langsung oleh Ketua MPR Sidarto Danusubroto, Wakil Presiden Boediono, para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, dan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Pengangkatan Lukman Hakim diatur dalam Keputusan Presiden no. 54/2014 yang ditandatangani Presiden pada 4 Juni 2014.

Siapakah sosok Lukman Hakim Saifuddin ini? Sebelum dilantik menjadi menteri Agama, Lukman adalah Wakil Ketua MPR RI tahun jabatan 2009-2014. Dalam kepartaian, ia  memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Umum PPP  sekaligus tokoh muda yang kritis di partai berlambang Kakbah itu.

Lukman bukan orang baru di dunia politik praktis. Tercatat, ia pernah menjadi anggota dewan dari Fraksi PPP sejak tahun 1997 hingga 2009. Dan diangkat menjadi wakiL MPR RI periode 2009-2014, sebelum akhirnya diangkat menjadi menteri Agama RI menggantikan seniornya, Surya Dharma Ali yang mengundurkan diri.

Meski tinggal beberapa bulan,  Lukman Hakim tetap memiliki tugas utama yang berat, seperti disampaikan SBY, yaitu mengembalikan moral kinerja dan mentalitas pegawai Kementerian Agama yang sempat turun oleh kasus korupsi dana haji di kementerian tersebut.

“Mudah-mudahan dengan bantuan semua pihak, kita bisa membangun atau menumbuhkan citra Kementerian Agama menjadi lebih baik lagi.” kata alumni pondok modern Gontor dan alumni universitas Asy Syafi’iyah Jakarta ini, seperti dilaporkan oleh situs presidenri.go.id.

Lukman mengatakan mandat dari Presiden adalah tanggung jawab yang sangat berat, apalagi harus dilaksanakan hanya dalam 4 bulan. Dia berharap mendapat dukungan semua pihak untuk mengembalikan citra Kemenag.

“Karena beban dan tanggung jawab yang ada dan waktu yang tersedia tidak panjang. Hanya empat bulan,” kata tokoh pemuda Nahdlatul Ulama ini.

Tags: