Ini Rencana Pemerintah Untuk Proyek Kereta Cepat

cepat

Jakarta – Kereta api cepat Jakarta- Bandung rintisan PT KCIC ditargetkan akan mulai beroperasi tahun 2019. Proyek sepanjang 142 kilometer ini akan mulai dibangun pada 21 Januari 2016 mendatang.

Dilansir dari Detik.com, Kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung usai rapat terbatas kereta cepat di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/1/2016) mengungkapkan, bahwa hari ini Presiden dan Wapres memimpin rapat secara khusus hal yang berkaitan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dalam rapat ini sekaligus membahas penyelesaian kereta cepat Jakarta-Bandung ini dilakukan secara terintegrasi dengan LRT untuk Bandung Raya dan untuk Jakarta

Meskipun pembangunan proyek dibiayai dan dilakukan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan China, pemerintah pusat dan daerah, juga tetap bekerja.

Pemerintah akan mengkoordinasikan dan menyiapkan pembangunan modal transportrasi penunjang (feeder) dari atau ke stasiun kereta cepat. Setidaknya, ada 4 stasiun kereta cepat untuk rute Jakarta-Bandung

“Rapat terbatas memutuskan groundbreaking kereta cepat akan dilaksanakan di KM 95, daerah Walini, Bandung pada 21 Januari 2016”, kata Pramono.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjelaskan, karena masih menunggu rekomendasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pihaknya belum mengeluarkan izin pembangunan untuk proyek High Speed Train (HST) Jakarta-Bandung. Jonan juga, rekomendasi AMDAL akan dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“ Kalau itu selesai baru diproses mengenai izin pembangunan. Kedua, mengenai trase sudah kami terbitkan,” jelasnya.

Selain itu, Jonan juga mengatakan, bahwa Kemenhub juga telah mengeluarkan izin jalur atau trase kereta cepat. Terkait integrasi antar moda, Kemenhub akan mengatur integrasi kereta cepat dengan moda feeder seperti Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) di setiap kota yang dilalui.

“Di dalam integrasi ini nanti Kemenhub yang akan mengatur jalur-jalur dan interkoneksinya. Jadi interkoneksi ini ada yang bisa digunakan antar kereta dan ada yang interkoneksinya untuk perpindahan penumpang saja,” ungkap Jonan.

Tags:
author

Author: