Ini Risiko Bagi Anda yang Daftar Haji Ilegal

jamaah haji balita

Pewartaekbis~ Setelah terjadinya kasus 177 WNI calon jamaah haji yang ditahan imigrasi Filipina,  Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengingatkan agar calon jemaah haji Indonesia mendaftar melalui jalur resmi.

“Beberapa tahun lalu, banyak ditemukan jamaah non kuota tidak memiliki tempat tinggal, baik di Makkah, Madinah, atau Armina. Sehingga mereka ada sebagian yang masuk ke tenda-tenda jamaah haji reguler atau khusus,” sebut Arsyad Hidayat (23/08).

Arsyad juga bercerita jika ia pernah  mendapat jemaah haji non kuota yang tertahan di terminal hijrah karena tidak ada akomodasi yang akan mereka tempati di Madinah.

“Pihak di terminal hijrah tidak memberikan izin masuk kecuali sudah ada kontrak yang mengatakan bahwa jemaah tersebut punya tempat tinggal,” lanjutnya.

Ia juga menyatakan keberatan dengan adanya haji non kuota, apalagi jika menggunggu jamaah lainnya. Alasannya, haji non kuota sering masuk atau menumpang pada jemaah haji reguler dan haji khusus.

Seperti diwartakan laman resmi Kemenag, saat ini sudah diberlakukan sistem e-Hajj. Nah, sistem ini sangat memperketat penerbitan visa karena menyaratkan adanya kepastian kontrak akomodasi, transportasi, dan katering selama di Saudi.

“Kontrak itu, tidak hanya manual, tapi kontrak elektronik yang harus mendapat persetujuan dari Kementerian Haji. Dari kontrak elektronik itu, kita bisa mengentri nama untuk proses penerbitan visa. Tanpa kontrak elektronik, pihak Saudi tidak akan membuka akses untuk mengirim nama,” tambah Arsyad.

Tags:
author

Author: