Ini Temuan Terbaru Tentang Arsitektur Jaring Laba-Laba

laba-laba

Pewartaekbis- Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthopoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), mangsa utamanya adalah serangga.

Setiap jenis laba-laba dengan makanan yang berbeda memiliki jaring yang berbeda. Namun, tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, tetapi semua laba-laba mampu menghasilkan benang sutera. Benang sutera laba-laba merupakan helaian serat protein yang tipis namun kuat. Benang sutera laba-laba terdiri dari kelenjar spinneret yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.

Dalam jurnal ‘Open Science’ memaparkan sebuah hasil penelitian terbaru oleh Dr Sean Blamire, ahli biologi evolusi di Universitas New South Wales. Dalam sebuah percobaan kompleks yang melibatkan laba-laba ‘Nephiilia pilipes’, lalat dan jangkrik diketahui, bahwa dalam proses membuat jaringnya laba-laba menyesuaikan asupan makanannya.

Selain itu, dalam penelitian terbaru ini juga diketahui bahwa laba-laba juga mengoptimalkan ukuran, kekuatan dan kelekatan jaring mereka untuk menangkap mangsanya. Ketika lalat atau jangkrik menyentuh jaringnya, jaring itu harus mencegat mangsa dan menahannya di sana hingga sang laba-laba datang untuk memakannya. Namun, beberapa mangsa menyentuh jaring laba-laba dengan kekuatan yang berbeda pula. Mereka juga menggetarkannya dengan cara yang berbeda untuk melarikan diri.

Dari penelitian ini Dr. Sean dan tim peneliti menemukan dua isyarat kemungkinan yang mempengaruhi desain jaring laba-laba. Para peneliti melihat dampak dari getaran berbeda yang dilepaskan oleh mangsa, yang berusaha melarikan diri dari jeratan jaring. Mereka juga melihat dampak nutrisi berbeda yang diambil laba-laba dari mangsanya. Dari penelitian ini diketahui bahwa nutrisi inilah yang merupakan pendorong utama dari arsitektur jaring laba-laba. Hal ini dikarenakan laba-laba perlu memastikan bahwa mereka memiliki cukup protein untuk terus membangun jaring-jaringnya. Percobaan ini menyimpulkan bahwa jaring dengan daerah penangkapan yang lebih besar dibuat dengan ukuran lubang yang lebih kecil.

Tags:
author

Author: