Ini Tiga Koperasi Indonesia yang Akan Menjadi Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR)

kur

JAKARTA – Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo memberikan persetujuan kepada tiga koperasi Indonesia yang akan menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR).

Dilansir dari Republika.co.id, persyaratan koperasi untuk menjadi penyalur KUR, sebenarnya hampir sama dengan bank dan lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Adapun sejumlah persyaratan agar koperasi dapat menjadi penyalur Kur, yaitu Non-Performing Loan (NPL) di bawah 5 persen, portofolio kredit di atas 5 persen, memiliki sistem online dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), dan memiliki kerja sama pembiayaan dengan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Braman menjelaskan, adapun syarat tambahan untuk koperasi adalah kondisi koperasi itu harus dinyatakan sehat, baik dari sisi solvabilitas dan rentabilitasnya. Selain itu, koperasi harus menyalurkan kepada anggota koperasi, bukan calon anggota.

Saat ini tiga koperasi yang telah mendapat persetujuan menjadi KUR adalah Kospin Jasa (Pekalongan), Koperasi UGT Sidogiri, dan Koperasi Simpan Pinjam Karya Peduli (Jakarta).

Dari keterangan Braman, Kospin Jasa menjadi penyalur KUR konvensional, Sidogiri sebagai penyalur KUR syariah, sedangkan KSP Karya Peduli sebagai penyalur KUR khusus TKI yang ada di luar negeri. Hingga saat ini sudah tercatat ada sekitar 5.000 anggota TKI di koperasi tersebut.

Menurut Braman, kendala utama bagi koperasi untuk menjadi penyalur KUR adalah online sistem.

“Kospin Jasa sudah kerja sama sistem online dengan Jamkrida Jateng. Nantinya akan juga online sistem dengan Jamkrindo. Kospin Jasa tinggal selangkah lagi, yaitu nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan UKM”, papar Braman.

Tags:
author

Author: