Investor Menunggu, Pasar Properti Melambat Pada Pilpres 2014

Industri properti di Indonesia hingga pasca pemilu presiden 2014 diperkirakan kurang bergairah.

Industri properti di Indonesia hingga pasca pemilu presiden 2014 diperkirakan kurang bergairah.

Pewartaekbis.com — Sehubungan dengan tahun Pemilu 2014, tren bisnis properti diperkirakan mengalami stagnasi bahkan perlambatan.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan bahwa para pemian properti masih wait and see,

“Kemungkinan naik tetapi dalam tren siklus perlambatan,” terangnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (21/4).

Ali mengatakan tren bisnis properti saat ini masih membutuhkan waktu untuk kembali mencapai keseimbangan. Ia juga memperkirakan industri properti baru akan naik secara signifikan pada 2016. “Enggak bisa langsung naik, butuh waktu dulu,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan penjualan properti pada triwulan pertama tahun 2014, berdasarkan riset Bank Indonesia, diprediksi menurun hingga 49 persen. “Saya bukan menaku-nakuti pengembang, faktanya begitu bukan pesimistis, artinya bagaimana data itu menjadi antisipasi pengembang,” ujarnya.

Siklus perlambatan tersebut, menurut Ali diakibatkan oleh kenaikan bunga kredit dan  dikenakannya loan to value pada perumahan tipe 70. “Ketika permintaan turun, pengembang juga enggak ada ekspansi untuk membangun,” ucapnya.

Adapun mengenai sosok presiden terpilih, Ali memberi jawaban bahwa hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan properti ke depannya. Maksud Ali siapapun presidennya masih tetap dipercaya pasar meskipun industrii sedang turun. “Siapapun presiden terpilih, itu kan mempresentasikan masyarakat Indonesia.” ia menambahkan.

Saat ini permintaan perumahan untuk kelas menengah atas hanya 15 persen, 40 persen menengah dan 45 persen menengah bawah.

Sebelumnya, Pengembang Properti PT Prioritas Land Indonesia menilai saat ini investor sektor properti masih menunggu hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, sebelum melakukan langkah-langkah ekspansi investasi selanjutnya.

Membenarkan prediksi Ali Tranghanda, Direktur Utama PT Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra di tempat terpisah mengatakan para investor properti masih menanti kepastian mengenai siapa pemimpin baru yang terpilih sebelum berinvestasi.

Saat ini, menurut Marcellus, memang relatif terjadi penurunan penjualan produk properti hampir untuk seluruh jenis properti, tetapi ia meyakini penurunan tersebut bersifat sementara.

“Fenomena ini biasanya hanya sementara, selepas pesta demokrasi ini, biasanya pasar properti akan kembali bergairah,” ujarnya

Marcellus optimis, respons positif sektor properti akan kembali terjadi selepas penyelenggaraan pemilu nanti.

Tags: