Jelang Lebaran: Ditanya “Kapan Nikah”, Tak Perlu Pusing

kapan nikah

Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen yang dinantikanmayoritas Muslim di Indonesia. Selain bisa berkumpul dengan keluarga, juga dapat mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

Namun, momen lebaran mungkin bagi sebagian orang yang belum menikah, justru dapat menjadi mengesalkan. Sebabnya, umumnya semua keluarga akan sering mengajukan pertanyaan pada “si Jomblo” yang malas sebenarnya untuk didengarkan apalagi dijawab, seperti ‘Kapan Nikah?’.

Serba salah dan risih untuk mendengar dan menjawabnya. Namun bagaimana lagi, karena biasanya yang bertanya adalah saudara dari keluarga inti yang lebih tua dan lebih dulu menikah serta memiliki anak.

Pertanyaan ‘Kapan Nikah’ selalu muncul saat pertemuan keluarga dan telah menjadi budaya, tapi pertanyaan ini sulit untuk dihindari.

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Srti Ariani, S.Psi., M.Si (Nina) mengatakan, pertanyaan mengenai kapan nikah sebenarnya tidak perlu terlalu dibuat pusin. Si jomblo tidak  perlu terlalu memasalahkannya, soalnya tipe pertanyaanseperti  itu hanyalah pertanyaan basa basi.

“Pertanyaan kapan nikah itu cuma bagian dari basa-basi. Jadi dijawab saja, nggak masalah. Yang penting jangan dimasukkin ke hati. Jawab saja, ‘Doain ya’ atau ‘Lagi Persiapan atau ‘Cariin Dong’.

Asal jawab saja, jangan jadi pikiran dan sampai enggan datang ke acara keluarga pas lebaran,” kata Nina ramah, pada Kamis (17/7/2014).

Juga saran bagi keluarga yang telah menikah, kata Nina, mungkin Anda bisa mengganti pertanyaan ke saudara atau teman yang belum menikah dengan pertanyaan basa-basi lain seperti Kerja dimana sekarang? atau sedang sibuk apa?. Pasalnya, ada beberapa orang yang terlalu sensitif untuk ditanya masalah pernikahan.

Bertanyalah dengan hati, atur lisan untuk bertanya yang baik tanpa menyinggung keluarga atau siapa saja,  apalagi tentang pernikahan . Tujuannya agar tidak ada lagi orang yang merasa tersinggung.

Tags: