Jelang Pergantian UMP, ini yang Dikatakan Luhut Panjaitan

ilustrasi uang kertas yang banyak terdapat kuman patogen

Pewartaekbis~ Setiap mendekati pergantian tahun, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) selalu menghadirkan ketegangan. Para buruh selalu meminta kenaikan sesuai kebutuhan, sementara pengusaha menguikur kantong perusahaan dalam menggaji karyawan.

Mungkin agar tidak terjadi gesekan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan berharap elemen buruh menyeimbangkan tuntutan kenaikan upah dengan peningkatan produktivitas.

“Saya lebih cenderung mengatakan, buruh juga harus berkaca, apa itu, membuat produktivitas. Jadi produktivitas itu lebih penting, jangan dia hanya menuntut saja. Produktivitas buruh juga, menurut hemat saya, harus berkaca. Sama-sama kita memperbaikinya,” sebut Luhut, di Kantor Wakil Presiden Jakarta (26/10).

Menurutnya, formulasi pengupahan yang sudah disusun pemerintah tepat. Ia menyatakan tidak ada usulan untuk mengubah aturan penetapan angka kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi setiap setahun sekali. Formula perbaikan KHL yang ditinjau setiap lima tahun sekali didasarkan atas rancangan peraturan pemerintah. Namun, Luhut menyatakan evaluasi atas aturan in masih terbuka.

“Nanti dievaluasi. Kalau memamg ekonomi lebih bagus, bukan lima tahun lagi, mungkin itu diperbaiki, masak kita mau murah terus? Tidak mau lah, Presiden sudah jelas, kalau bisa, kita bikin buruh sejahtera,” lanjutnya.

Luhut menegaskan jika pemerintah berusaha mengakomodasi kepentingan pemerintah dan kaum buruh dalam menyusun aturan pengupahan.

“Perusahaan juga mesti dibikin hidup. Kalau perusahaan enggak hidup, enggak ada yang kerja. Jadi kita mesti jernih wmelihatnya. Enggak boleh juga, kita enggak mau rakyat menderita tetapi kalau perusahaan enggak sehat, bagaimana ada pekerja,” pungkasnya seperti diwartakan Kompas.

Tags:
author

Author: