Jenderal Tito Sebut Kakeknya Warga NU

kapolri tito

Surabaya~ Siang tadi Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir di acara Penandatanganan MoU Polri dengan PBNU dan Seminar Nasional ‘Penanganan konflik sosial dan ujaran kebencian (hate speech)’ di gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya (1/9).

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Tito menyatakan kebangaannya kepada sang kakek yang lahir di Surabaya.

“Saya memang besar di Palembang. Tapi kakek saya lahir di Pasar Turi dan tinggal di Wonorejo (Surabaya),” sebutnya.

Ia juga bercerita jika kakeknya mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebu Ireng – Jombang- dan menjadi warga nahdliyin (NU).

“Jadi asli NU dan saya tidak perlu membuat kartu anggota NU,” sebut Jenderal Tito dihadapan para kiai NU, Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Pangdam V Brawijaya dan pejabat Polri.

Seperti dikutip dari detik.com, Kakek Tito memang asli Surabaya.Pada Desember tahun lalu, ayahnya Ahmad Saleh sempat berkunjung ke kampung Wonorejo, Tegalsari, Surabaya, untuk mencari silsilah keluarganya. Ayahanda Jenderal Tito tersebut ingin menunjukkan kepada anak-anaknya agar tetap menjalin tali persaudaraan dengan keluarganya di Surabaya.

“Kerabat saya di Surabaya banyak, nanti ada waktu tersendiri,” pungkasnya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: