Jepang Menyatakan Penyesalan Atas Keputusan Terbaru Israel

jem

Jepang — Pada Senin (27/10), pemerintah Israel mengatakan bahwa pihaknya memajukan rencana untuk membangun 660 rumah di Ramat Shlomo dan 400 lainnya di Har Homa distrik Yerusalem Timur.

Jepang menyatakan penyesalan atas keputusan terbaru Israel untuk membangun 1.060 unit rumah baru di Yerusalem Timur. Jepang mengemukakan, bahwa pengumuman tersebut berdampak negatif pada situasi keamanan di Yerusalem saat ini. Apalagi ketika ketegangan antar negara tengah berkembang.

Bahkan, Jepang menyeru kepada Israel untuk menahan diri dari setiap tindakan sepihak yang mengubah status Yerusalem Timur serta Tepi Barat dan untuk berhenti dari melaksanakan rencana tersebut di atas demi kemajuan dalam proses perdamaian.

Protes sikap Israel yang akan membangun pemukiman di Yerusalem tersebut terus berdatangan dari negara-negara lain. Setelah tak dikecam oleh sahabat dekatnya Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri, Kuni Sato pada Jumat (31/10), bahwa hal tersebut jelas bertentangan dengan upaya-upaya oleh masyarakat internasional terhadap perjanjian gencatan senjata mengenai Jalur Gaza dan mewujudkan solusi dua-negara.

Dimana kegiatan permukiman adalah pelanggaran hukum internasional, dan Jepang telah berulang kali menyerukan Israel untuk sepenuhnya membekukan kegiatan permukiman.

Menurut Pemerintah Jepang, hal ini jelas bertentangan dengan upaya berkelanjutan oleh masyarakat internasional untuk mewujudkan solusi dua-negara.

Kecaman yang sama juga datang dari negara adidaya, AS menilai, tindakan Israel yang berencana membangun 1.000 rumah untuk pemukim Yahudi di timur Yerusalem, tidak sesuai atau bertentangan dengan upaya perdamaian.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki pada Selasa (28/10) menyampaikan, pemerintah Amerika Serikat sangat prihatin mendengar laporan tentang langkah pembangunan 1.000 unit rumah Yahudi oleh Israel.

Psaki mengatakan, saat ini pejabat kedutaan AS sedang melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan para pemimpin Israel untuk mencari informasi lebih lanjut. Pemerintah AS akan terus menunjukkan bahwa pihaknya menilai, aktivitas pemukiman tersebut sebagai langkah yang tidak sah dan jelas menentang unilateral dan akan berdampak pada masa depan Yerusalem.

Sebelumnya, Pemerintah AS telah berkali- kali mengecam langkah pembangunan permukiman Yahudi tersebut. Baik di wilayah Tepi Barat maupun di timur Yerusalem, kota yang diklaim oleh pihak Israel dan Palestina sebagai ibukota masa depan negara mereka dalam setiap perjanjian damai.

Akan tetapi, hingga kini pemerintah AS selalu gagal untuk bertindak sesuai kata-katanya. Hal tersebut dikarenakan, AS terancam konsekuensi jika bertentangan dengan Israel, dan AS tetap menjadi sekutu utama negara Yahudi tersebut.

Tags:
author

Author: