Jokowi Capres PDIP, DKI Bagaimana?

jokowi dan DKI

JAKARTA, Pewartaekbis.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menyatakan siap menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan. Dia mengaku sudah menerima mandat dari Megawati Soekarnoputri. “Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres dari PDI Perjuangan,” kata Jokowi saat melakukan blusukan di Rumah Pitung, Marunda, Jakarta Utara.

Akhirnya, di depan awak media Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mendeklarasi diri sebagai calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan. Ia mengatakan telah mendapat mandat dari Ketua Umum sekaligus mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk maju bertarung memperbutkan kursi RI-1. Bagaimana dengan DKI Jakarta? Bukankah membangun Jakarta untuk lima tahun ke depan juga merupakan amanat warga Jakarta pada Jokowi?

Pembangunan di Jakarta diperkirakan tak akan mentok lantaran ditinggalkan Gubernur Joko Widodo. Sebagaimana diketahui, pria yang akrab disapa Jokowi itu akhirnya menyatakan diri siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilihan Umum 2014.

Pengamat kebijakan publik dan pemerintahan dari Universitas Indonesia, seperti dilansir dari tempo.co, Andrinof Chaniago, menilai proyek pembangunan di Ibu Kota tak akan lantas jalan di tempat meski ditinggal Jokowi. Soalnya Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama juga memiliki pemikiran yang serupa dengan Jokowi.

“Saya rasa kelancaran pembangunan tidak akan tergangggu, apalagi grand design dan tahapan awalnya sudah berjalan,” ujar Chaniago ketika dihubungi pada Sabtu, 15 Maret 2014.

Chaniago malah menilai, pembangunan di Jakarta bisa berjalan lebih mulus jika Jokowi “menyeberang” ke Istana dari Balai Kota DKI Jakarta. Kedua lokasi itu memang hanya dipisahkan oleh Monumen Nasional.

“Dengan dukungan pusat, pembangunan di Jakarta bisa lebih lancar,” kata dia. Soalnya berbagai program besar di Jakarta seperti normalisasi sungai, pembangunan sarana transportasi makro, dan perumahan murah sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Pusat.

Sejumlah program pembangunan saat ini memang sedang berjalan di Jakarta. Di antaranya, proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, pembangunan 28 lokasi kampung deret, penambahan 100 blok rumah susun, revitalisasi Kota Tua, dan normalisasi sungai-sungai besar seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter.

Pengakuan Puan Maharani

Sementara itu, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, (14/3) malam, dalam sebuah konferensi pers, Puan Maharani sebagai Ketua DPP PDIP menjelaskan bahwa memang Jokowi masih memiliki beberapa PR di DKI. Akan tetapi keputusan pencapresan Jokowi telah melalui proses dan dialektika yang panjang sebelum akhirnya diputuskan secara resmi oleh partai.

“PDIP selama ini mempertimbangkan hasil survei, dinamika politik, serta usulan berbagai pihak. “Kami tidak pernah menutup mata dan telinga,” ujarnya. Adapun pendeklarasian secara terbukaakan dilaksanakan setelah pemilihan legislatif”.  kata Puan,

“Ini (Jokowi baru 1,5 tahun memimpin DKI, red) sudah dipertimbangkan. PR-PR (pekerjaan rumah) memang masih banyak. Tapi kita ingin berbuat lebih besar lagi untuk bangsa ini, tidak hanya untuk DKI,”

Puan yang ditugasi mengumumkan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tentang mandat ke Jokowi sebagai capres justru meyakini langkah partainya itu akan berhasil. “Insya Allah kalau semua ini jadi, banyak sekali elemen bangsa yang mendukung,” tegasnya.

Putri Megawati Soekarnoputri ini juga mengakui bahwa  persoalan di DKI Jakarta memang tidak bisa diselesaikan secara instan. Namun, katanya, Jokowi sudah memulainya dan menunjukkan hasil posifit.

“Dia (Jokowi, red) baru sebentar jadi gubernur. Sementara urusan (masalah di DKI, red) sudah 25 tahun. Jadi tidak bisalah semua dilakukan secara instan. Semua perlu proses tidak seperti sulap. Apapun yang dilakukan Jokowi sudah menunjukan hasil meskipun belum maksimal. Ini buat bangsa ke depan,” punkasnya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: