Junk Food, Penyebab Batu Empedu yang Menyakitkan

junk-food

Jakarta – Pola hidup saat ini membuat anak-anak jauh dari pola makan sehat. Banyaknya iklan dan makanan siap saji membuat anak dan remaja rentan tergoda untuk mengonsumsinya.

Namun, pola makan sehat adalah kebiasaan yang tertanam sejak dini. Jadi, perlu bagi orangtua untuk membiasakan anak dan keluarga untuk mengonsumsi makanan sehat bergizi. Jika tidak, maka berbagai dampak buruk dari makanan cepat saji ini akan menimbulkan penyakit bagi tubuh anak-anak dan keluarga Anda.

Dilansir dari Kompas.com, pada 2015 tahun lalu lembaga kesehatan nasional NHS di Inggris, mendapat laporan terkait masalah kantung empedu sebanyak 75.000 kasus. Konsultasi terkait masalah kandung empedu dari NHS Digital mengungkapkan ada 74.907 kasus di Inggris terkait dengan operasi pengangkatan kandung empedu pada tahun 2015. Lebih dari 8.000 prosedur operasi dilakukan pada orang-orang berusia 20-an dan 11.000 dilakukan pada pria dan wanita berusia 30-an.

Hasil pengamatan mengungkapkan, bahwa terlalu sering mengonsumsi junk food atau makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi berisiko memicu timbulnya batu empedu di usia muda.

Sebab, makanan berlemak dinilai menjadi salah satu pemicu utama produksi batu empedu yang menyakitkan. Hal ini dikarenakan, satu-satunya cara yang efektif untuk menghentikan rasa sakit ialah pengangkatan batu empedu.

Walau kebanyakan orang yang hidup tanpa kandung empedu masih merasa baik dan tanpa masalah, nyatanya hidup tanpa kandung empedu dapat membuat seseorang lebih mudah terkena diare, sakit perut, dan komplikasi lainnya.

Tam Fry, dari Forum Obesitas Nasional mengatakan, setiap anak sekolah menengah harus tahu bahwa makan junk food secara konstan bisa membuat mereka memiliki batu empedu di usia dua puluhan.

Tags:
author

Author: