Kabar Duka Dari Saudi, Wafatnya Pemimpin Negara Raja Abdullah bin Abdul Aziz

raja

Pewartaekbis – Hari ini (Jumat, 23/01/2015), kabar duka datang dari negeri Saudi. Pemimpin negara Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz wafat di usia 90 tahun. Raja Abdullah adalah putra ke-13 dari Raja Abdulaziz, pendiri Arab Saudi.

Sejumlah reformasi yang Ia lakukan semasa kepemimpinannya guna memodernisasi negara Saudi termasuk diantaranya yaitu, meningkatkan pendidikan dan memberi hak politik yang lebih besar kepada kaum perempuan Arab Saudi. Raja Abdullah bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang telah membawa perubahan positif bagi kaum perempuan di negeri Saudi.

Dalam meningkatkan pendidikan kaum perempuan Raja Abdullah pernah menyumbangkan dana senilai Rp 155 triliun untuk membangun universitas khusus perempuan. Sedangkan dalam hak politik Raja Abdullah pernah menunjuk seorang perempuan menjadi wakil menteri.

Satu kebijakan yang belum terlaksana hingga ajal menjemput, Raja Abdullah belum sempat menepati janjinya mengizinkan kaum perempuan Saudi mengemudi mobil. Sebagaimana pernyataan yang disampaikannya dalam sebuah wawancara di televise pada Oktober 2005, dalam sebuah wawancara dengan wartawati ABC News Barbara Walters.

Televisi Pemerintah Saudi menyiarkan berita wafatnya Raja Arab Abdullah bin Abdulaziz wafat pada Jumat (23/1/2015) dini hari waktu setempat. Sebelumnya, Raja Abdullah bin Abdulaziz sudah dirawat selama beberapa minggu terakhir di rumah sakit akibat infeksi paru-paru. Ia juga mengalami sejumlah gangguan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Seiring berita duka tersebut, Telivisi Pemerintah Saudi juga menyatakan bahwa Putra Mahkota Pangeran Salman bin Abdulaziz sebagai pengganti mendiang Raja Abdullah. Raja baru Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, dikenal cakap berdiplomasi.

Sebelumnya, Raja Salman menjabat sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi sejak 2011 dan memimpin militer negara itu sewaktu bergabung bersama Amerika Serikat dan negara-negara Arab lain melakukan serangan udara terhadap Suriah pada 2014 guna melawan militan Negara Islam (ISIS) – kelompok militan Sunni yang mulai dinilai Saudi sebagai ancaman terhadap stabilitas nasionalnya.

Selain itu, Ia juga pernah menjabat sebagai gubernur Riyadh selama hampir 50 tahun dan dikenal sebagai mediator handal dalam menyelesaikan perselisihan di dalam keluarga kerajaan.

Tags:
author

Author: