Kata NASA, Matahari ‘Retak’

nasa

Florida~ Dalam rangka merayakan 5 tahun The Solar Dynamics Observatory,  Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan dua 2 video. Video tersebut menunjukkan bagian matahari yang ‘retak’ di beberapa bagian. Retakan tersebut diprediksi memiliki panjang533 ribu mil atau sekitar 857.780,352 km.

Tapi jangan khawatir. Seperti diwartakan Metro.co.uk (13/2), juru bicara NASA menyebutkan jika retakan tersebut bukan retakan asli dan benar-benar tidak abadi. Retakan tersebut Filamen Matahari yang lazim muncul dalam beberapa waktu sekali. Sehingga dapat disimpulkan jika retakan akan hilang dalam beberapa hari kemudian.
Retakan yang disebut Filamen tersebut berwarna hitam. Kabarnya merupakan area material yang lebih dingin di permukaan cahaya utama untuk bumi ini.

“SDO menangkap gambar filamen dalam berbagai panjang gelombang, yang masing-masing membantu menunjukkan temperatur berbeda dari material matahari,” demikian ungkap  juru bicara NASA.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab filamen muncul di matahari. Peneliti masih menyelidiki tentang penyebab dan bagaimana  proses retakan tersebut terjadi.

Selain itu, ilmuwan NASA sedang meneliti ciri bagian dalam, medan magnet, panas korona, dan kepadatan radiasi yang menciptakan ionosfer yang terionisasi oleh radiasi Matahari. Mereka juga sedang menelaah dampak berbagai gejala alam tersebut bagi Bumi yang kita tinggali ini. Berdasarkan keterangan Jubir NASA, penelitian sengaja dilakukan untuk memperkirakan panas Matahari untuk  melindung pesawat, satelit, dan astronot ketika berada di luar angkasa.

Rate this article!
Tags:
author

Author: