Katanya, Satu Anggota Santoso Ditembak Aparat

peluru

Jakarta – Satu lagi anggota kelompok Santoso yang tewas setelah terlibat kontak senjata dengan aparat. Anggota dimaksud beranama Suharyono alias Yono Sayur alias Pak Hiban. Ia tewas usai kena tembak dengan Satgas Operasi Tinombala di wilayah Sulawesi Tengah.

“DPO kelompok Santoso tinggal 9 orang,” Jelas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto kepada detik.com.

Dijelaskan oleh Hari, kontak tembak yang menewaskan Suharyono itu terjadi pada Kamis (10/11) sekitar pukul 14.50 WITA di Dusun Kuala Air Teh Desa Salubanga, Sausu, Kabupaten Parigi, Sulteng. Wilayah ini memang masuk dalam wilayah sektor 1 Ops Tinombala 2016.

Dari oleh identifikasi fisik yang dilakukan oleh Tim Inafis, ada beberapa ciri yang memang mengarah pada Suharyono. Ciri dimaksud anatara lain tato di kaki dan punggung, raut wajah, dan jenis rambut. Keluarga yang bersangkutan pun membenarkan jenazah itu adalah Suharyono.

“Namun demikian proses identifikasi kedokteran tetap akan dilakukan untuk memastikan identitas jenasah (tidak terbantahkan) agar tidak menjadi polemik di kemudian hari,” lanjutnya.

Menurut Hari, Suharyono pernah menjadi pengendara sepeda motor yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap Kapolres Poso waktu itu AKBP Rudy Sufahriadi (sekarang menjabat Kapolda Sulteng) pada Januari 2006. Ketika itu Rudy akan menjalankan salat Subuh berjamaah di sebuah masjid di Jalan Natuna Poso.

“Mulai saat itu yang bersangkutan ikut dengan kelompok Santoso dan mengembara di tengah hutan Poso. Bahkan menurut keterangan para DPO yang tertangkap dan menyerahkan diri, Suharyono juga beberapa kali melakukan pembunuhan dengan cara yang keji,” papar Hari.

Tags:
author

Author: