Ke Tiongkok, PM Malaysia Enggan temui Keluarga Korban MH 370

Keluarga korban MH 370 menumpahkan amarahnya pada otoritas Malaysia

Keluarga korban MH 370 menumpahkan amarahnya pada otoritas Malaysia

Pewartaekbis.com– Kritik, protes, bahkan kecaman masih saja ditujukan pada otoritas Malaysia oleh keluarga korban MH 370 Malaysia Airlines (MAS) terutama keluarga korban dari Tiongkok, terkait penanganan insiden pesawat nahas tersebut.

Pihak Malaysia sendiri melaluiMenteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi malah berbalik menyalahkan beberapa media berbahasa Mandarin di Tiongkok, karena dianggapnya telah menyulut kemarahan publik Tiongkok terhadap Malaysia terkait pencarian pesawat MH 370.

“Artikel sebagian besar koran berbahasa Mandarin telah memainkan sentimen yang ada dan memicu kemarahan keluarga korban dari Tiongkok yang ada di MH370,” tukas Ahmad Zahid seperti dikutip media Malaysia, Malay Mail Online dan dilansir Straits Times, Kamis (27/3/2014).

Sayangnya Ahmad tidak menyatakan lebih spesifik apakah media berbahasa Mandarin yang dimaksudnya juga termasuk media serupa di Malaysia.

“Sayangnya, koran-koran itu melakukan manipulasi dan memainkan sentimen keluarga penumpang, terutama yang ada di Beijing, sehingga mereka marah,” sebutnya seperti dikutip media Malaysia lainnya, Malaysian Insider.

Berdasarkan data, sebanyak 153 orang dari  239 orang penumpang pesawat MAS MH370 berkebangsaan Tiongkok. Semenjak pesawat MAS MH 370 dinyatakan hilang kontak pada 8 Maret lalu dan belum ditemukan hingga sekarang, publik di Tiongkok, terutama keluarga korban, tak henti-hentinya menuding pemerintah Malaysia dan pihak MAS tidak becus menangani masalah tersebut.

Kunjungan PM Malaysia ke Tiongkok

Perdana Menteri (PM) Malaysia Nazib Razak menolak menemui keluarga penumpang selama kunjungannya di Tiongkok. Hal ini disampaikan pihak keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370.

Dalam kunjungannya Najib akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, PM Tiongkok Li Keqiang dan Ketua Parlemen Tiongkok Zhang Dejiang. Kunjungan ini menandai 40 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Malaysia.

“Kami sudah meminta pada hari ini dan juga kemarin untuk bertemu dengan Nazib di kantornya. Kami sudah menuntut selama satu bulan namun tidak ada jawaban,” tutur salah satu pihak keluarga penumpang asal Tiongkok seperti dikutip Financial Express, Rabu (28/5/2014).

Pihak keluarga mengeluhkan bahwa sampai saat ini pihak Malaysia belum memberikan informasi yang cukup terkait hilangnya pesawat MH370. Ketidak inginan Nazib bertemu dengan para keluarga penumpang juga dibenarkan oleh pihak juru bicara Malaysia yang disampaikan pada Rabu 28 Mei 2014 kepada Reuters.

Dia pun juga tidak bisa juga memberikan alasan kenapa pihak Malaysia tidak mau menemui pihak keluarga penumpang. Namun pihak keluarga mengatakan Nazib memiliki kewajiban untuk bertemu dengan mereka.

Sementara itu, menanggapi protes keras di Beijing, Plt Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein sempat  mengomentari bahwa tak hanya Tiongkok yang kehilangan orang tercinta, warga Malaysia pun ada di pesawat, termasuk negara-negara lainnya.

“Kami juga Malaysia kehilangan orang tercinta, negara lain juga kehilangan,” kata Hishamuddin saat jumpa pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (26/3). (ANt/Dtk)